Ikatan Jepang-Indonesia di Nadi Pendidikan
Acara pelepasan dan orientasi penerima beasiswa Pemerintah Jepang. (Foto: Medcom.id/Inten Suhartien).
Jakarta: Hubungan Indonesia dengan Jepang sudah terjalin lama. Perjanjian Perdamaian kedua negara pada April 1958 jadi pelopornya. Dari situ, lahir hubungan diplomatik yang erat.

Hubungan kedua negara terus berkembang hingga melahirkan berbagai kerja sama, termasuk bidang pendidikan. Salah satu bentuk kerja samanya adalah Beasiswa Monbukagakusho.


Monbukagakusho merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang. Beasiswa ini mencakup biaya studi dan biaya hidup penerima tanpa ikatan dinas.

Terdapat beberapa program beasiswa dalam Monbukagakusho. Di antaranya program undergraduate (GAKUBU), College of Technology (KOSEN), dan Specialized Training College (SENSHU) yang dapat dilamar oleh siswa lulusan SMA dan sederajat.

Bagi lulusan S1 dan S2 yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dapat melamar program Research Students. Sementara untuk mahasiswa aktif jurusan Sastra atau Pendidikan Bahasa Jepang bisa melamar program Japanese Studies. Sedangkan bagi tenaga profesional seperti guru dapat mengikuti program Teacher Training.

Teacher Training merupakan program beasiswa khusus guru-guru di Indonesia yang berpengalaman minimal selama lima tahun di lembaga pendidikan formal seperti SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Tujuannya, meningkatkan meningkatkan kualitas pengajaran sesuai bidangnya.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang untuk Indonesia Keiichi Yamaguchi mengatakan penerima beasiswa Monbukagakusho Teacher Training akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif, upaya menarik minat siswa, serta hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.

Selain itu, ikatan antara Indonesia dan Jepang semakin erat karena adanya pertemuan rektor kedua negara dalam Joint Working Group (JWG) yang diadakan secara berkala. Banyak pula kerja sama antaruniversitas kedua negara, bahkan beberapa universitas Jepang membuka kantor cabangnya di Indonesia.

"Di Jepang, ada banyak universitas yang meskipun tidak masuk ke rankingatas namun dipandang tinggi di mata dunia. Oleh karena itu kami berharap pelajar dan peneliti Indonesia dapat menimba ilmu di sana dan terus memperkuat ikatan Jepang dan Indonesia," tutur Yamaguchi saat berbincang dengan Medcom.id beberapa waktu lalu.

Pemerintah Negeri Sakura itu juga memberi beasiswa kepada para lulusan SMK di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Program beasiswa itu adalah College of Technology (KOSEN).

KOSEN merupakan beasiswa khusus lulusan SMK hingga jenjang pendidikan D-3. Beasiswa itu diharap mampu memperkuat hubungan kedua negara di bidang pendidikan kejuruan.



(HUS)