Mahasiswa Keguruan Dituntut Akrab dengan Digitalisasi
Ilustrasi - Medcom.id
Jakarta: Guru masa kini dituntut menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Apalagi peserta didik saat ini merupakan generasi yang akrab dengan digitalisasi.

Hal ini menjadi tantangan para calon guru. Mereka yang tengah berkuliah di jurusan keguruan harus punya kreativitas untuk memanfaatkan teknologi dalam menunjang proses belajar mengajar di dalam kelas.


Salah satunya Alfian Ombi. Calon guru yang kini mengenyam kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, itu mengaku bersyukur karena besar saat teknologi sudah merangsek ke kehidupannya.

"Saya lahir sebagai generasi Z sehingga pendekatannya lebih mudah. Karakter siswa yang hampir serupa seperti kami memudahkan para pendidik muda mengajari mereka," kata Alfian kepada Medcom.id, Jakarta.

Alfian lahir pada 1995. Sudah sejak kecil dia bercita-cita ingin menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Beruntung dia sudah mengenal teknologi sedari dini, sehingga memudahkan dirinya mengajar siswa yang akrab dengan digitalisasi.

Alfian menyadari kemajuan teknologi berpengaruh besar pada karakter siswa. Namun di kampus, ia mendapat materi kuliah tentang teknologi pembelajaran. Teknologi dimanfaatkan dan disesuaikan dengan kurikulum serta silabus.

"Penggunaan teknologi dalam kelas merupakan salah satu bentuk kreativitas guru untuk menciptakan proses belajar yang tidak kaku. Kurikulum (mahasiswa keguruan) menekankan aspek kreativitas dalam mengajar dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran," ungkapnya.

Menurut pengamat pendidikan Heru Purnomo, perkembangan teknologi bagi dunia pendidikan adalah masalah yang rumit. Penyelesaiannya perlu dipikirkan bersama-sama baik dari tenaga pendidik, pemerintah hingga orang tua siswa.

Namun, calon pengajar saat ini punya kelebihan. Akrab dengan dunia digital memudahkan mereka untuk memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.

"Harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang maju. Menciptakan SDM yang maju yaitu dengan pendidikan yang baik," tutupnya.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id