Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

KIP Kuliah Merdeka, Kian Terbuka untuk Mahasiswa PTN dan PTS

Pendidikan KIP Kuliah Kampus Merdeka PTN Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 23 Oktober 2021 17:11
Jakarta:  Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyempurnakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan KIP Kuliah Merdeka.  KIP Kuliah Merdeka ini semakin terbuka untuk digunakan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
 
KIP Kuliah Merdeka hadir untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat terutama bagi kalangan keluarga tidak mampu.  Sehingga betul-betul bisa ikut berpartisipasi dan menikmati pendidikan di level perguruan tinggi.
 
"KIP Kuliah Merdeka ini tidak memberikan perbedaan antara PTN dan PTS serta tidak memberikan diskriminasi," terang Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kemendikbudristek, Abdul Kahar dalam Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) episode 12 yang bertemakan ‘KIP Kuliah: Kuliah Tinggi Untuk Semua’, dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kahar menyampaikan, bahwa ini adalah peluang besar untuk anak-anak Indonesia dengan aksesabilitas yang luas, kesempatan secara finansial untuk memilih perguruan tinggi terbaik yang kini jauh lebih terbuka dengan dua pilihan, yakni PTN atau PTS.
 
“Pemerintah ingin memberikan kesempatan yang seluas luasnya bagi masyarakat kita terutama bagi kalangan keluarga tidak mampu, sehingga betul betul bisa ikut berpartisipasi dan menikmati pendidikan di level perguruan tinggi,” ujar Kahar.
 
Baca juga:  Ini Kriteria Penerima Program KIP Kuliah Merdeka
 
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB), Drajat Martianto juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah. Ia turut berbahagia karena pemerintah begitu perhatian kepada saudara-saudara yang kesulitan sosial dan ekonominya namun memiliki kemampuan akademik yang luar biasa untuk melanjutkan studinya.
 
“Ini langkah yang luar biasa, terlebih lagi ada penyempunaan. Penyempurnaan ini juga dibuat menjadi semakin realistis sehingga tidak ada dikriminasi di kampus nantinya. Saya percaya bahwa KIP ini bisa memutus rantai kemiskinan. Karena di IPB saja, pada tahun 2018 ada lebih dari 20 mahasiswa KIP yang memiliki IPK 4.0 juga di tahun-tahun selanjutnya. KIP ini merupakan wujud kontribusi kita bersama untuk membangun pimpinan bangsa,” ucapnya.
 
Mahasiswa juga sangat mengapresiasi, sejak angkatan pertama tahun 2010-2016 ini. Sampai sekarang tahun 2020 ditingkatkan menjadi 700.000 sesuai dengan biaya hidup yang masing-masing daerah, sehingga lebih terbantu.
 
"Apalagi mereka juga dari daerah terus ke ibu kota khawatir dengan biaya hidup, tapi dengan beasiswa KIP Kuliah Merdeka ini tidak perlu dikhawatirkan kembali,” tambah Ketua Umum Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi KIP, Rizal Maula.
 
Perwakilan mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka, Delpina Theresia mengatakan, bahwa program ini bermakna baginya dan seluruh orang-orang atau teman-teman seperti dirinya yang sedang menempuh pendidikan dengan keadaan keluarga yang ekonominya kurang mampu. “KIP Kuliah Merdeka ini sangat membantu meringankan beban orang tua saya,” lanjutnya.
 
Sebagai penutup, Kahar menyampaikan agar mahasiswa yang belum memperoleh kesempatan menerima KIP Kuliah Merdeka tahun ini jangan berputus asa.  Sedangkan untuk yang masih duduk di jenjang pendidikan menengah atas, diminta mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
 
"Karena tahun depan KIP Kuliah Merdeka akan hadir lagi dan menyambut orang-orang yang memiliki persiapan yang baik," tutup Kahar.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif