UIN Antasari Banjarmasin KKN di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Foto: ANT/Firman.
UIN Antasari Banjarmasin KKN di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Foto: ANT/Firman.

UIN Antasari Laksanakan Pembinaan Mualaf Warga Dayak Meratus

Pendidikan Pendidikan Agama PTKI
Antara • 17 November 2021 19:34
Banjarmasin:  Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin melalui kuliah kerja nyata (KKN), melaksanakan pembinaan mualaf warga Suku Dayak Meratus, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
 
"Para mahasiswa mengajarkan fiqih tentang wudu, salat hingga mengaji bersama warga termasuk anak-anak," kata supervisor KKN UIN Antasari Banjarmasin Riinawati di Banjarmasin, Rabu, 17 November 2021.
 
Dia menjelaskan, ada dua desa menjadi lokasi KKN, yaitu Desa Haruyan Dayak (Kundan) terdiri atas 12 mahasiswa dan lima mahasiswa di Desa Papagaran yang berada di kawasan kaki Pegunungan Meratus.  Mayoritas warga Suku Dayak setempat telah memeluk agama Islam sebesar 63,5 persen, sedangkan sebagian agama Hindu 34 persen, Kristen 1,8 persen, dan Konghucu 0,4 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesehariannya selama KKN, ungkap Rina, mahasiswa memberikan contoh yang baik dengan ke masjid lima waktu untuk membuka hati masyarakat agar salat berjamaah.  Selain itu, mengajak mengaji para mualaf karena kurangnya guru yang mengajarkan mengaji iqra di wilayah yang pada Januari 2021 diterjang banjir bandang itu.
 
Baca juga:  Nadiem Minta Mahasiswa Pilih Proyek Magang yang Sulit
 
Selaku supervisor yang melaksanakan kegiatan pendampingan dan bimbingan kepada mahasiswa KKN, Rina mengaku KKN Tematik UIN Antasari Banjarmasin semester ganjil 2021/2022 itu berjalan sukses, sesuai harapan, dan tujuan awal.  Pada prinsipnya, pihaknya membantu pemerintah dalam pembangunan di pedesaan dan mempersiapkan kader-kader masyarakat untuk memajukan kesejahteraan penduduk di desanya.
 
"Yang pasti mahasiswa telah memberikan pemahaman yang lebih pada masyarakat terhadap agama Islam," ucap dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Antasari itu.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif