Rektor IPB, Arif Satria, Medcom.id/Rizky Dewantara.
Rektor IPB, Arif Satria, Medcom.id/Rizky Dewantara.

Sumbang Angka Pengangguran, Mayoritas Lokasi SMK Tak Strategis

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Rizky Dewantara • 10 Mei 2019 12:54
Bogor: Pengelolaan dan letak mayoritas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia tidak strategis. Akibatnya, sekolah yang diharapkan meluluskan Sumber Daya Manusia (SDM) siap pakai ini, justru paling banyak menyumbang jumlah pengangguran terbuka di Indonesia.
 
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria menyebut, banyaknya pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akibat pengelolaan dan letak sekolah yang tidak strategis. Seharusnya kawasan industri berdekatan dengan SMK, sehingga tercipta sinergitas antara sekolah dengan perusahaan yang membutuhkan SDM.
 
"Solusinya adalah, SMK harus berdekatan dengan kawasan industri, agar bisa mengisi tenaga yang diperlukan oleh industri tersebut. Jadi lulusan SMK tidak bingung mencari kerja lagi," ungkap Arief saat ditemui di Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 10 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, lanjut Arief, masalah pengangguran didominasi lulusan SMK lantaran ada keterpisahan antara keduanya, yakni sekolah dengan lapangan pekerjaan. Perlu diciptakan suasana industri di lingkungan SMK, artinya SMK-SMK harus berkolaborasi dengan industri.
 
"Saat ini tidak ada link dan Match antara sekolah kejuruan dengan industri atau perusahaan yang membutuhkan SDM," akunya.
 
Baca:BPS: Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Indonesia
 
Arief pun menilai, beberapa lokasi SMK dengan industri jaraknya berjauhan. Akibatnya, lulusan SMK dengan jurusan yang mereka ambil bingung saat mencoba mencari pekerjaan.
 
Ia juga menekankan, jika pengusaha akan membangun kawasan industri baru, baiknya menggandeng Dinas Pendidikan setempat untuk mewacanakan pembangunan SMK yang sesuai dengan SDM yang dibutuhkan pada industri tersebut.
 
"Harus bersinergi antara sekolah dengan industri, jangan sampai salah jurusan. Kawasan industri tekstil tapi SMK yang dibuka jurusan perhotelan," terangnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2019 tercatat turun menjadi 5,01 persen. Namun, jumlah pengangguran yang kini sebanyak 6,82 juta orang tersebut masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada jenjang pendidikan SMK sebesar 8,63 persen, sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebesar 2,56 persen.
 
"Dilihat dari tingkat pendidikan Februari 2019, TPT untuk SMK masih tertinggi di antara tingkat pendidikan lain," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif