?Lima pelajar SMAN 1 Sidayu, Gresik, Jawa Timur, berhasil menemukan inovasi balsem yang dibuat dari daun sembukan (Foto:Dok.Metro TV)
?Lima pelajar SMAN 1 Sidayu, Gresik, Jawa Timur, berhasil menemukan inovasi balsem yang dibuat dari daun sembukan (Foto:Dok.Metro TV)

Ciptakan Balsem dari Daun Sembukan, Pelajar SMAN 1 Borong Medali

Pendidikan pendidikan anak Pendidikan Karakter Penguatan Pendidikan Karakter Berita Kemendikbud
Gervin Nathaniel Purba • 02 Desember 2020 14:20
Jakarta: Lima pelajar SMAN 1 Sidayu, Gresik, Jawa Timur, berhasil menemukan inovasi balsem yang dibuat dari daun sembukan. Inovasi tersebut mengantarkan mereka meraih penghargaan.
 
Daun sembukan atau daun kentut, dikenal dengan baunya yang menyengat. Mirip bau kentut. Meskipun bau, daun ini kerap menjadi andalan para orang tua untuk menyembuhkan sakit perut.
 
Selain menyembuhkan sakit perut, daun sembukan diyakini dapat menyembuhkan beberapa penyakit lain, yaitu mengobati gatal di kulit, cacar ular, sakit lambung, radang telinga, sariawan, mata bengkak, dan disentri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat khasiat daun sembukan itu, kelima pelajar SMAN 1 Sidayu tergerak untuk meneliti lebih lanjut dan mengolahnya menjadi balsem. Dalam proses penelitian, ternyata daun sembukan memiliki sembilan kandungan yang bermanfaat sebagai obat alami.
 
Salah satu pelajar, Muhammad Salid Agustin, menjelaskan latar belakang melakukan penelitian ini karena daun sembukan banyak ditemukan di lingkungan sekitar mereka. Selain itu, mereka terinspirasi dari cerita leluhur masyarakat terkait manfaat kesehatan daun sembukan.
 
"Tim berinisiatif membuat balsem yang mudah dan praktis untuk menyembuhkan sakit perut," kata Salid pada program Metro TV.
 
Penelitian ini membuahkan hasil. Mereka memborong tiga medali sekaligus pada ajang Indonesia International Invention Festival 2020 (I3F) pada September lalu. I3F merupakan festival penemuan tahunan yang diadakan di Indonesia.
 
Ketiga medali tersebut terdiri atas medali emas, juara terfavorit, dan juara paling kreatif. Mereka berhasil menyingkiran 48 peserta lainnya dari dalam dan luar negeri.
 
Pihak SMAN 1 Sidayu berharap hasil penelitian peserta didiknya dapat dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi massal agar bisa digunakan masyarakat luas.
 
I3F diikuti peserta tingkat SMP hingga mahasiswa. Ajang tersebut diselenggarakan secara daring untuk mematuhi protokol kesehatan.
 
Karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, dan pantang menyerah seperti ditunjukkan para siswaSMAN 1 Sidayu itu selaras dengan penguatan karakter yang tengah digalakkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Kemendikbud melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menyiapkan generasi bangsa yang cakap dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun masyarakat.
 
Penguatan karakter terkait nasionalisme dan daya juang yang pantang menyerah sangat penting. Sebab, saat ini masyarakat dihadapkan pada perubahan teknologi yang ditandai revolusi industri 4.0, berkembangnya masyarakat era 5.0, dan kemungkinan perubahan bidang pekerjaan yang mengarah kepada penggunaan informasi teknologi (IT).
 
“Karakter daya juang dan pantang menyerah menjadi suatu yang harus dibekali kepada siswa atau mahasiwa yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di kelas atau ruang kuliah dengan kegiatan berbasis kelas, budaya sekolah atau kampus atau berbasis masyarakat,” kata Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud Hendarman.
 
Diharapkan melalui penguatan karakter dapat membentuk pelajar Indonesia berkarakter Pancasila dan berwawasan global.
 
Ciptakan Balsem dari Daun Sembukan, Pelajar SMAN 1 Borong Medali
 
(ROS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif