Rektor Unaim Yapis Wamena Rudi Hartono saat memberikan penghargaan kepada wisudawan. Foto: Antara/Marius Frisson Yewun
Rektor Unaim Yapis Wamena Rudi Hartono saat memberikan penghargaan kepada wisudawan. Foto: Antara/Marius Frisson Yewun

199 Mahasiswa Universitas Pertama di Pedalaman Papua Diwisuda

Pendidikan Pendidikan Tinggi Wisuda
Antara • 01 Oktober 2020 20:25
Wamena: Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena mewisuda 199 mahasiswanya pada 1 Oktober 2020. Rektor Unaim Yapis Rudi Hartono mengatakan, universitas pertama di Pegunungan Tengah Papua itu terdiri dari empat program studi dan dua fakultas.
 
"Setelah kita meluluskan alumni yang pertama di universitas ini, kita berharap terus terjadi peningkatan-peningkatan mutu dan kualitas sebab itu yang menjadi tujuan utama kita di dalam mengembangkan universitas," kata Rudi di Wamena, Papua, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Ia memastikan pihaknya akan selalu siap mewujudkan mutu lulusan terbaik sebagaimana harapan masyarakat dan juga pemangku kepentingan dalam mendorong majunya pembangunan di wilayah ini. Ia berharap para alumnus yang pertama ini akan memberikan kemampuannya di tengah masyarakat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam mengembangkan pembangunan SDM di pegunungan tengah Papua dan Indonesia pada umumnya," ujarnya.
 
Mualnya, direncanakan sekitar 246 orang yang diwisuda pada peridoe ini. Namun, hanya 199 orang yang mengikuti wisuda sebab sebagian belum memenuhi beberapa persyaratan untuk mengikuti wisuda.
 
"Pada usia perdana universitas ini, kita juga memperingati milad ke-21, semoga ini menjadi momen terbaik dalam pengembangan kami ke depan," ujarnya.
 
Baca:492 Mahasiswa Berbagai Kampus Kuliah Satu Semester di UGM
 
Kampus di pedalaman Papua itu dulunya bernama Stisip Yapis Wamena, yang kemudian berubah menjadi universitas. Jumlah mahasiswa yang mendaftar pada tahun akademik 2020 mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Ini menandakan animo masyarakat di delapan Kabupaten Pegunungan Tengah Papua mendaftar di kampus tersebut cukup tinggi.
 
"Untuk mahasiswa baru di tahun 2019 jumlah yang terdaftar kurang lebih 375 orang. Namun setelah menjadi universitas di tahun akademik 2020, mengalami peningkatan yang signifikan berjumlah 675 orang yang tersebar di sejumlah program studi yang ada," paparnya.
 
Penasihat Unaim Yapis Wamena Haji Maskur Adam mengharapkan keberadaan universitas itu dapat mengantarkan anak-anak di pedalaman Papua untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti di luar Papua. Ia menambahkan, saat ini kualitas pendidikan itu dituntut bahwa mulai dari pusat sampai ke daerah terpencil harus sama. Dengan adanya Otonomi Daerah, kata dia, putra-putri asli Papua yang memiliki pendidikan baik, berpeluang bekerja hingga ke luar Papua.
 
"Oleh karena itu kita harapkan lulusan kita ini tidak hanya bisa berpartisipasi di Jayawijaya atau di Pegunungan Tengah, tetapi mereka bisa berpartisipasi sampai di provinsi maupun di luar Papua," kata Maskur.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif