Suasana pelatihan budidaya tanaman hidroponik. Foto: Dok. Jababeka
Suasana pelatihan budidaya tanaman hidroponik. Foto: Dok. Jababeka

Mahasiswa Terdampak Covid-19 Dilatih Budi Daya Tanaman Hidroponik

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 18 November 2020 21:12
Jakarta: Pandemi covid-19 telah membuat banyak perusahaan terpaksa merumahkan karyawannya yang juga memberi dampak pada anak-anaknya yang masih di bangku sekolah maupun kuliah. Namun sebenarnya, kondisi ini bisa dihadapi dengan optimistis dan terus berusaha, salah satunya ialah dengan memulai usaha budi daya tanaman hidroponik.
 
Kondisiini yang mendorong Jababeka Infrastruktur, salah satu anak usaha Jababeka Group berinisiatif membuat komunitas farming bernama “Jadul” atau Jababeka Peduli. Komunitas ini memberikan workshop budi daya hidroponik kepada karyawan yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaannya dan mahasiswa President University.
 
Tujuan workshop sendiri untuk mengajak para karyawan yang terdampak covid-19 dan mahasiswa President University yang juga berada di kota Jababeka Cikarang mencoba bertani hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan budi daya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Metode ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman," kata Diane Damayanti selaku advisor dari PT Jababeka Infrastruktur sekaligus pembina komunitas Jadul dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.
 
Ia menjelaskan, sayuran dan buah yang dihasilkan melalui penanaman sistem hidroponik semakin diminati masyarakat di masa pandemi ini. Hal itu dimungkinkan karena hasil dari sistem hidroponik, seperti sayuran pakcoy, sawi, kangkung, atau selada, biasanya kualitasnya lebih bagus dan berkualitas.
 
"Oleh karenanya, biasanya, harga jualnya lebih mahal dan tentu bisa jadi penambah penghasilan untuk keluarga," terangnya.
 
Baca juga:Menristek: Dosen Harus Banyak Bergaul dengan Industri
 
Diane menambahkan, bahwa memulai budi daya tanaman hidroponik tidak sulit. Para pemula pun bisa melakukan budi daya ini.
 
Pertama, sistem hidroponik ini tidak butuh tanah, sehingga kita bisa menempatkannya di area rumah kita yang kosong, bisa di teras atau pun rooftop. Kedua, tidak memakai pestisida sehingga bisa menghasilkan sayuran dan buah yang lebih sehat.
 
Ketiga, sistem ini bisa dilakukan kapan saja tanpa mengenal musim. "Keempat, periode tanam lebih pendek dibandingkan dengan pengendalian hama dan penyakit lebih muda," urai Diane di depan puluhan peserta workshop saat menanam benih tanaman.
 
Dengan kata lain, kata Diane, peluang keberhasilan menanam budi daya tanaman melalui hidroponik sangat besar. Jika seseorang menjadikan ini hobi, maka ia akan menjadi hobi yang menghasilkan.
 
Sementara kalau mau diseriusi, budi daya tanaman hidroponik bisa menjadi profesi yang menjanjikan. Pasalnya, budi daya tanaman hidroponik memiliki potensi cukup baik sebagai tambahan penghasil saat ini. Itu dikarenakan permintaannya yang terus meningkat.
 
“Permintaannya, macam-macam, mulai dari restoran, pasar, sampai pasar modern. Selain itu, kamu juga bisa menjualnya ke sosial media atau e-commerce,” terangnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif