Guru Cabul Pisahkan Kelas Siswa Perempuan dan Laki-laki

Octavianus Dwi Sutrisno 11 Juni 2018 14:02 WIB
pencabulan
Guru Cabul Pisahkan Kelas Siswa Perempuan dan Laki-laki
Ketua KPAI Susanto dan Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyati mendatangi Mapolres Depok terkait kasus pencabulan yang dilakukan guru SD, Senin, 11 Juni 2018, Medcom.id - Octa
Depok:Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan fakta metode pengajaran WAR di sebuah SD di Depok, Jawa Barat. Yaitu memisahkan anak perempuan dan laki-laki di dua kelas berbeda.

Ketua KPAI Susanto mendatangi Mapolresta Depok, Jawa Barat, terkait pencabulan yang dilakukan WAR. Tersangka merupakan guru di sebuah SD negeri di Depok yang dilaporkan ke polisi beberapa hari lalu.


"KPAI akan bertemu pelaku mendalami profilnya sebelum dan selama menjadi pendidik," kata Susanto, Senin, 11 Juni 2018.

Selain Susanto, Komisioner Bidang Pendidikan Retno Listyarti juga turut mendatangi Mapolresta. Menurut Retno, warga harus mengetahui modus pelaku. Tujuannya agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan pada anak-anak.

"info yang diperoleh KPAI menunjukkan dugaan kuat bahwa pelaku melakukan perbuatan tidak senonohnya saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas," ujar Retno.

Retno mengatakan WAR mengajar bahasa Inggris. Sebelum jam pelajaran dimulai, WAR memisahkan anak perempuan dari siswa laki-laki di dua kelas berbeda.

"Makanya setelah Idulfitri, KPAI akan mendalami lebih jauh mengapa sekolah tak curiga dengan pemisahan kelas tersebut," ungkap Retno.

Retno juga meminta media tidak menyebutkan nama sekolah dalam pemberitaan. Tujuannya, melindungi anak-anak yang bersekolah untuk terus nyaman di sekolah.

Baca: Guru Cabul di Depok Ditangkap Polisi

Pekan lalu, polisi menangkap WAR di rumahnya di kawasan Cimanggis. WAR ditangkap setelah beberapa orangtua melapor ke polisi lantaran anak-anak mereka mengaku dicabuli guru honorer tersebut.







(RRN)