Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Kampus Merdeka

Kompetensi Lulusan 'Kampus Merdeka' Perlu Distandarisasi

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Februari 2020 17:37
Jakarta: Praktisi Profesi Pemetaan dari Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Virgo Eresta Jaya mengapresiasi program 'Kampus Merdeka' yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Terutama soal mengubah definisi Satuan Kredit Semester (SKS) jenjang pendidikan tinggi dari jam belajar menjadi jam kegiatan.
 
Menurutnya, hal tersebut sangat inovatif dan akan membebaskan para lulusan perguruan tinggi dapat terbebas dari kelompok "pengangguran terdidik". "Kebijakan sistem SKS dari jam belajar menjadi jam kegiatan sangat inovatif karena mendukung para mahasiswa proaktif mempersiapkan dirinya agar siap kerja," ujar Virgo dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Namun, kata Virgo, perlu ada standarisasi dari kompetensi para lulusan "Kampus Merdeka" itu sendiri. Ia mengungkapkan saat mahasiswa mendapatkan kompetensi tertentu dari berbagai kegiatan yang dibebaskan dan diperhitungkan menjadi SKS, sehingga penting adanya pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki sebagai bekal kompetensi siap kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemerdekaan untuk memilih kegiatan sebagai bagian dari SKS studi yang dimiliki sangat baik, tapi tetap saja memerlukan pengakuan atas kompetensi itu dari dunia industri," ujarnya.
 
Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah meluncurkan episode kedua Merdeka Belajar yakni Kampus Merdeka. Terdapat empat kebijakan Pendidikan Tinggi yang diatur, meliputi perpanjangan masa berlaku akreditasi untuk Perguruan Tinggi dan program studi (yaitu menjadi 25 tahun dan dapat reakreditasi secara otomatis dan sukarela dari pihak universitas dengan jangka waktu dua tahun yang tercepat dari proses akreditasi terakhir kali).
 
Kemudian kebebasan pengelolaan PTN menjadi BLU dan satker menjadi PTN-BH. Lalu redefinisi SKS menjadi jam kegiatan dan mendorong pengambilan mata kuliah di luar prodi bagi jenjang S1 dan Politeknik. Kegiatan tersebut di antaranya belajar di kelas, magang, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, serta pelatihan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif