NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Bangunan Mangkrak Boleh Dimanfaatkan untuk Kegiatan Budaya

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Februari 2020 19:07
Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong komunitas budaya bisa memanfaatkan aset gedung negara untuk kegiatan kebudayaan. Pemerintah daerah harus mengakomodasi untuk kemudahan aksesnya.
 
Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid menyebut saat ini berdasarkan catatan Pencatatan Aset Nasional ada 5.000 bangunan milik negara yang mangkrak. Itu kata Hilmar bisa direvitalisasi untuk tempat komunitas budaya melakukan kegiatan.
 
"5.000 aset, underutilized bahasa Indoesiannya mangkrak. Kenapa tidak itu kita revitalisasi, kenapa ini tidak kita manfaatkan sebagai ruang-ruang kegiatan budaya," kata Hilmar dalam Rakornas Kebudayaan, di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hilmar mencontohkan, aset negara yang direvitalisasi untuk komunitas-komunitas yakni M bloc. Bekas kantor Perusahaan Uang Republik Indonesia itu disulap sebagai ruang untuk komunitas dan kekinian merambah ke bisnis.
 
Baca:Nadiem Ingin Pusat dan Daerah Bersinergi Majukan Budaya
 
Ia pun yakin di masing-masing daerah juga memiliki bagunan yang merupakan aset negara. Kantor pos misalnya, menurutnya itu bisa dimanfaatkan apalagi pos membuka kesempatan agar aset-asetnya bisa dimanfaatkan.
 
"Ada keinginan besar dari PT Pos Indonesia aset yang tersebar di seluruh indonesia sampai pelosok desa untuk dimanfaatkan. Tugas Bapak Ibu semua sekarang di kabupaten/kota untuk melihat (aset-aset). Sementara komunitas di lapangan tempat Bapak Ibu kesulitan akses segala macam. Itu tugas untuk memastikan bisa mendapatkan akses. Saya akan perjuangkan," imbuhnya.
 
Sedangkan untuk dana revitalisasi, Hilmar menyebut bisa diambil dari dana perwalian kebudayaan yang salah satunya dapat digunakan untuk pemanfaatan ruang.
 
"Misal ada aset milik negara yang kurang begitu terkelola, komunitas berinisiatif untuk memakai ya silakan, kita dukung. Tentu harus ada kesepakatan dengan pemilik asetnya," jelasnya .
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif