Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo atau Nino. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo atau Nino. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kurikulum Merdeka Dirancang untuk Hadapi Ketertinggalan Pendidikan Akibat Pandemi Covid-19

Pendidikan pendidikan pandemi covid-19 Kemendikbudristek Kurikulum Merdeka
Ilham Pratama Putra • 26 April 2022 16:56
Jakarta: Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo (Nino) mengatakan Kurikulum Merdeka diluncurkan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran di Indonesia. Ketertinggalan pembelajaran ini terjadi karena pandemi covid-19 melanda selama dua tahun terakhir.
 
"Kurikulum ini dirancang untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran akibat pandemi," ujar Nino dalam webinar Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Selasa, 26 April 2022.
 
Nino mengungkapkan terdapat banyak riset yang menyebut literasi dan numerasi siswa Indonesia paling terdampak akibat pandemi. Dia menyebut Kurikulum Merdeka berupaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan banyak riset dan studi termasuk PISA (sebelum pandemi) pun sudah yang memperlihatkan peserta didik kita belum bisa memahami bacaan sederhana dan menerapkan konsep matematika dasar," kata Nino.
 
Nino mengatakan selama pandemi covid-19 krisis pembelajaran diperparah dengan hilangnya pembelajaran dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran. Lantaran itu pihaknya menghadirkan Kurikulum Merdeka.
 
Kurikulum Prototipe yang digunakan di sekolah penggerak mengalami perubahan nama menjadi Kurikulum Merdeka. Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan Kurikulum Merdeka ini merupakan kurikulum yang memberikan fleksibilitas terhadap pembelajaran.
 
“Kita memberikan fleksibilitas, Kurikulum Merdeka ini sudah kita tes di 2.500 sekolah penggerak, namanya dulu Kurikulum Prototipe,” kata Nadiem dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-15 secara daring, Jumat, 11 Februari 2022.
 
Nadiem mengungkapkan Kurikulum Merdeka bisa mulai digunakan pada Tahun Ajaran 2022/2023 di jenjang pendidikan usia dini, dasar, dan menengah. Dia menyebut Kurikulum Merdeka dapat menjadi kurikulum nasional pada 2024.
 
Baca: Pengamat Pendidikan: Perlu Bukti Ilmiah Pastikan Kurikulum Merdeka Efektif
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif