Serahkan Hasil UN, Kemendikbud Beri Provinsi Pesan Khusus
Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jakarta:Setelah mundur dua hari, akhirnya hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP sederajat telah diserahkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada pemerintah provinsi. Selanjutnya, hasil UN tersebut akan diserahkan ke kabupaten/kota, lalu ke satuan pendidikan (sekolah).

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suahardi, Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno dan Dirjen PAUD Kemendikbud kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Bali.


"Iya, jadi tadi sudah diserahterimakan dari pusat ke provinsi, setelah itu langsung diserahkan ke satuan pendidikan (sekolah) masing-masing," kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 22 mei 2018.

Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi menambahkan, bahwa setelah ini provinsi akan mengundang kabupaten/kota untuk mengestafet dan mengkoordinasikan hasil UN SMP tersebut, sebelum akhirnya disampaikan ke satuan pendidikan (sekolah).

"Setelah provinsi nanti mereka mengundang Kabupaten/kota untuk dikoordinasikan lagi ke sekolah," ujar Didik.

Dalam serah terima tersebut, Didik menyampaikan pesan khusus kepada para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, agar mengoptimalkan betul hasil UN sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di daerahnya.  "Pesan khususnya, agar hasil UN dijadikan acuan untuk melaksanakan program dan peningkatan kualitas penyelenggaraan dan hasil ujian tahun yang akan datang," tegas Didik

Penyerahan hasil UN SMP secara simbolis tersebut dilakukan di sela-sela rapat koordinasi (rakor) Kemendikbud.  Penyerahan hasil UN dari pusat ke provinsi ini sempat mundur dari jadwal  yang telah ditetapkan semula, yakni 18 Mei 2018.

Adapun pengumuman tentang hasil UN SMP ini akan dilakukan tiga hari ke depan, yakni Jumat 25 Mei 2018. Pengumuman ini pun terpaksa mundur dua hari, dari jadwal pengumuman sebelumnya.

Sebanyak 4.295.346 siswa mengikuti ujian nasional 2018 jenjang SMP/MTs. Bambang optimis siswa menyelesaikan UN dengan baik.

Untuk diketahui, UN jenjang SMP/MTs diselenggarakan pada 23-26 April 2018 lalu. Ada empat mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia (Senin), Matematika (Selasa), Bahasa Inggris (Rabu), dan IPA (Kamis).

Sementara UN Susulan jenjang SMP/MTs dijadwalkan pada 8-9 Mei 2018. Dari total 56.528 sekolah SMP/MTs yang ada, 49 persen atau 27.919 sekolah di antaranya menggelar  UNKP, dan 51 persen sisanya atau 28.609 sekolah lainnya sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dari jumlah tersebut, total peserta UN SMP/MTs 2018 mencapai 4.295.346 siswa.  Di mana 1.600.793 siswa di antaranya mengikuti UNKP, dan 2.694.553 siswa mengikuti UNBK.

 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id