Mendikbud, Nadiem Makarim (kanan) dan Sophia Latjuba (kiri). Foto: Instagram
Mendikbud, Nadiem Makarim (kanan) dan Sophia Latjuba (kiri). Foto: Instagram

Nadiem Minta Orang Tua Dukung Anak PJJ, Begini Caranya

Pendidikan Virus Korona sekolah Pembelajaran Daring Nadiem Makarim Pembelajaran Tatap Muka
Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2021 18:35
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meminta orang tua berhenti melemparkan kritik kepada sistem sekolah saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebab, guru dan anak yang merasakan PJJ berada berjuang menghadapi perubahan model pembelajaran akibat pandemi covid-19.
 
"Saya ingin orang tua harus mengerti betapa besarnya perubahan ini untuk anak dan guru. Mereka harus dalam waktu beberapa bulan merombak cara pembelajaran mereka secara online dan dengan berbagai tantangan yang ada," kata Nadiem dalam siaran langsung Instagram di akun @unicefindonesia, Jumat, 15 Januari 2021.
 
Tantangan itu dimulai dari belum stabilnya koneksi internet, hingga suasana yang belum kondusif untuk belajar dari rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadinya yang ingin saya bilang kepada orang tua adalah kesabaran, dan juga kesadaran yang akan membuat apakah anak-anak itu tetap belajar dan terus progres di masa PJJ ini," sambung Nadiem.
 
Menurutnya, orang tua juga yang akan menentukan apakah sistem PJJ berjalan dengan baik. Hal ini agar potensi loss learning di masa pandemi dapat diminimalisir.
 
Dalam mendukung sistem PJJ, Nadiem juga mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua. Pertama ialah membuat anak merasa senang dan nyaman belajar di rumah.
 
"Karena senang itu adalah prakondisi daripada belajar. Enggak bisa kalau kita enggak senang saat belajar. Kalau anak kita stress maka dia enggak bisa belajar, enggak ada yang bisa masuk ke otak," katanya.
 
Baca juga:  KPAI Temukan Sejumlah Kasus Positif Covid-19 Saat PTM
 
Kemudian, jika tak mampu membimbing anak, orang tua cukup menanyakan kegiatan belajar anak di hari itu. Hal itu perlu dilakukan agar anak merasa dipedulikan saat melalui harinya sebagai pelajar di tengah pandemi.
 
"Biar dia merasa tuh ada yang peduli apa yang hari ini saya lalui, saya pelajari. Somebody cares, itu aja dampaknya sangat besar. Lebih besar daripada diomelin terus, dan dimarahi dan dikasih tahu kelemahannya apalagi anak remaja itu enggak efektif," tutupnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif