Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kampus Harus Tarik Rem Kuliah Tatap Muka di Empat Kondisi Ini

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Pembelajaran Daring Pembelajaran Tatap Muka
Ilham Pratama Putra • 02 Desember 2020 18:39
Jakarta: Pemerintah telah memberikan izin bagi Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka. Namun Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbud, Nizam mengingatkan kampus untuk tidak ragu menarik rem kuliah tatap muka dalam kondisi tertentu.
 
"Jadi kita siapkan empat rem. Rem yang langsung ketika ada kasus, rem kedua penutupan oleh perguruan tinggi langsung, ketiga kalau ada tren perubahan di daerah bisa dievaluasi kembali, keempat kalau kondisi darurat khusus bisa kita injak rem darurat," kata Nizam dalam Webinar Terkait Surat Edaran pembelajaran selama masa pandemi covid-19, Rabu 2 Desember 2020.
 
Artinya buka tutup perkuliahan tatap muka dikendalikan dengan cara yang adaptif.  Koordinasi antara kampus, Pemerintah Daerah hingga Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) sangat diperlukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika terdapat kondisi khusus ya seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kepala daerah berkoordinasi dengan LLDikti atau kementerian untuk peninjauan kembali kampus-kampus tersebut sebagai rem," terang Nizam.
 
Baca juga:  Mahasiswa Diminta Swab Test Sebelum Kuliah Tatap Muka
 
Koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) covid-19 daerah juga dirasa penting. Rekomendasi dari Satgas covid-19 daerah juga sangat menentukan keberlanjutan pembelajaran tatap muka.
 
"Kemudian dalam hal di daerah mengalami peningkatan risiko  covid-19, maka kordinasi antara satuan tugas di daerah dengan perguruan tinggi untuk memutuskan apakah lanjut pembelajaran pembukaan kampus ini, atau penghentian sementara pembelajaran sampai kondisi aman," jelas Nizam.
 
Intinya, pelaksanaan perkuliahan tatap muka harus terus dipantau. Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait protokol kesehatan mesti berjalan dengan baik.
 
"Perguruan tinggi memastikan SOP diimplementasikan, dilakukan, dengan pemantauan dan evaluasi berkala. Setiap kasus harus teridentifikasi dan tertindak lanjuti," tutup Nizam.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif