Mahasiswa UMM saat magang internasional di Thailand, UMM/Humas.
Mahasiswa UMM saat magang internasional di Thailand, UMM/Humas.

Magang Kuliah di Luar Negeri Ala Mahasiswa UMM

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 10 Juni 2019 13:16
Malang: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengirimkan mahasiswanya untuk Magang Internasional di Thailand. Hingga tahun ini, terhitung sudah empat kali UMM mengirimkan mahasiswanya magang kuliah di luar negeri.
 
Sejak 2015, FKIP UMM menjalin kerja sama dan mengirimkan mahasiswanya untuk mengajar di Thailand. Sebelumnya, pada 10 Agustus 2018, sebanyak 12 senator (anggota parlemen) Thailand yang dipimpin Jendral Dr. Tuang Antachai berkunjung ke UMM untuk meneguhkan kerja sama FKIP ini.
 
Magang ke Thailand ini diselenggarakan setiap bulan Juni. Selama satu bulan penuh, mahasiswa melaksanakan kegiatan praktek mengajar di sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahasiswa melaksanakan magang di sekolah yang tergabung dalam Muslim Education Development Association Thailand (MEDAT). Yakni suatu organisasi sekolah yang beranggotakan SD, SMP dan SMA di seluruh wilayah Thailand.
 
Baca:UMM Janjikan Pemenang Kontes Robot Bebas Skripsi
 
"Berkat kerja sama yang harmonis, setiap tahunnya FKIP mengirimkan 45 hingga 55 mahasiswa dari enam program studi (Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PGSD, Biologi, Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan) ke empat provinsi di Thailand, yaitu Bangkok, Satun, Krabi dan Songklha," kata Nur Widodo, Kepala Magang FKIP UMM, di Malang, Senin, 10 Juni 2019.
 
Melalui magang ini, mahasiswa UMM diharapkan mampu melakukan kegiatan mengajar. Mulai dari mengajar Bahasa Inggris, budaya dan Bahasa Indonesia, kepanduan, dan pelajaran ekstrakurikuler lainnya.
 
Sejak 2018 kegiatan Magang Internasional ini digabungkan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kependidikan. Oleh karena itu, durasi program bertambah satu bulan.
 
Baca:Rahasia Raih Nilai Tinggi Saat TOEFL dan IELTS
 
Sehingga magang dan KKN mahasiswa berakhir pada bulan Agustus. Dengan penggabungan magang dan KKN ini, maka mahasiswa semakin leluasa dalam merancang dan melaksanakan kegiatan kemasyarakatan.
 
"Melalui program gabungan ini, mahasiswa mampu mengembangkan koperasi sekolah, mengenalkan berbagai budaya daerah di Indonesia, seperti kesenian wayang, angklung, batik jumput dan lain lainnya. Bahkan ada kelompok mahasiswa yang menggerakkan gemar membaca dan literasi melalui perpustakaan keliling," jelas Nur Widodo.
 
Kegiatan Magang dan KKN Internasional ini sekalipun berlingkup bilateral, memiliki makna penting bagi mahasiswa. Tidak hanya terkait dengan school exposer, tetapi lebih pada international atmosphere.
 
Nur Widodo menilai mahasiswa perlu memiliki wawasan internasional. Terlebih dengan telah diberlakukannya pasar bebas ASEAN sejak 2015 silam.
 
"Mau tidak mau, dunia pendidikan pasti terimbas oleh globalisasi, dan mahasiswa harus dipersiapkan untuk memenangi kompetisi global termasuk dalam dunia pendidikan ini," ungkapnya.
 
Melalui magang internasional ini, berbagai kualifikasi seperti yang dikehendaki oleh pembelajaran abad 21 dapat lebih dikuatkan lagi pada mahasiswa peserta magang. Mulai dari kemahiran komunikasi, berpikir kreatif, bekerja sama dan bahkan kemandirian
 
"Oleh karena itulah mahasiswa peserta Magang dan KKN Internasional ini mendapatkan pembekalan yang terkait dengan pemenuhan empat kualifikasi yang dipersyaratkan, penguatan spirit de corp, penguasaan bahasa dan budaya Thailand serta tidak kalah pentingnya adalah penguasaan mapping dan travelling di Thailand," tuturnya.
 
Di sisi lain, sebelumnya kegiatan magang dan KKN Kependidikan UMM ini berhasil mendapatkan apresiasi oleh Kementerian Pendidikan Thailand dalam bentuk "Teacher of the Year". Penghargaan yang diraih pada 2018 lalu tersebut diperoleh berkat kerja cerdas mahasiswa dalam mengajarkan dan mengembangkan koperasi sekolah.
 
Mahasiswa peserta magang ini juga telah mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk buku. Dengan membaca buku catatan pengalaman mereka, maka pembaca dapat memetik good practice-nya.
 
Buku karya mahasiswa alumni program magang ini diterbitkan untuk kalangan umum. Judul bukunya "Bangsaku Kawanmu" untuk edisi 2016, dan "Catatan Kenangan Thailand" untuk 2018.
 
Sedangkan tahun ini FKIP UMM kembali mengirimkan 46 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang dan KKN internasional. Mahasiswa tersebut merupakan hasil seleksi dari 100 peminat. Mahasiswa yang terseleksi selanjutnya telah dipersiapkan dengan intensif sejak Mei.
 
Di samping penguatan kualifikasi, pengembangan program individu, penguatan spirit de corp dan penguasaan wilayah dan budaya Thailand, untuk menajamkan kemandirian dan kepekaan sosialnya disentuh melalui program MOR, ICA dan NOLL.
 
Dekan FKIP, Poncojari Wahyono, memberikan langsung catatan pada saat pembekalan. Dia mengaku peserta tahun ini diharapkan tidak sekadar melaksanakan program yang telah dipersiapkannya.
 
"Peserta, saya harapkan mampu memikat hati sekolah di Thailand dengan karakter keunggulannya sehingga mendapatkan kesempatan untuk direkrut sebagai guru di Thailand setelah lulus nantinya, sebagaimana kakak tingkatnya," katanya.
 
Baca:Pendaftaran SIMAK UI Dibuka Hari Ini
 
Menjadi guru di Thailand, kata Poncojari, sangat menjanjikan, karena tidak mensyaratkan sertifikasi seperti di Indonesia dan gajinya lumayan jauh lebih tinggi," imbuhnya.
 
Rektor UMM, Fauzan mengaku bangga dengan program Magang dan KKN Internasional ini. Dia berharap program ini ke depannya dapat lebih dikembangkan lagi.
 
"Saya mengharapkan program ini dapat diperluas lagi di berbagai negara lain. Syukur-syukur bisa di Eropa maupun Amerika," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif