Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.

500 Pesantren Didorong Miliki Akademi Komunitas

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 24 Mei 2019 13:36
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong pesantren di Indonesia ikut berkontribusi dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tingggi Indonesia. Setidaknya 500 dari 29.000 pesantren yang ada didorong mengembangkan perguruan tinggi minimal pada tingkat akademi komunitas.
 
Harapannya lima tahun ke depan mulai dari Aceh sampai dengan Papua kurang lebih 500 pesantren akan didorong memiliki pendidikan tinggi di luar bidang agama. Sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan daerah tersebut.
 
"Namun apabila tidak dapat memenuhi kriteria sebagai universitas ataupun sekolah tinggi maka akan dibentuk akademi komunitas,” kata Nasir saat menyerahkan Surat Keputusan Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Rabu 22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:APK Pendidikan Tinggi Ditargetkan 35% Tahun Depan
 
Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menyebutkan jika setiap akademi komunitas yang didirikan pesantren ini memiliki setidaknya 500 mahasiswa. Maka dengan itu pesantren akan ikut berkontribusi menciptakan 25.000 mahasiswa dan meningkatkan APK Pendidikan tinggi Indonesia yang saat ini masih di angka 34,5 persen.
 
Nasir yang saat itu tengah berada di Cirebon mengajak mahasiswanya untuk mengembangkan potensi dan kearifan lokal Cirebon. Seperti ‘Herbalife’ yang menjadi salah satu fokus Stikes Khas Kempek.
 
“Kalau Stikes Khas Kempek dapat memformulasikan paten Herbamedicine maupun Herbalife karena Indonesia kaya akan biodiversity (keanekaragaman hayati). Sehingga obat-obatan berbahan baku lokal bisa dihasilkan dari santri Kemprek ini, agar ke depannya bangsa Indonesia menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung dengan obat-obatan impor,” ujar Nasir.
 
Nasir menuturkan bahwa keberadaan Stikes dengan program studi (prodi) Farmasi dan Gizi sangat penting. Karena dengan dua prodi ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan generasi milennial (anak bangsa) terutama para santri dan masyarakat Cirebon.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif