Ilustrasi. Foto:  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Politeknik Akan Berubah Jadi Universitas Terapan

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Februari 2020 19:29
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah bentuk Politeknik menjadi Universitas Terapan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk reformasi pendidikan di bidang vokasi.
 
Plt. Direktur Jenderal Vokasi, Kemendikbud, Patdono Suwignjo menyebut, nantinya politeknik akan berubah menjadi Universitas Terapan atau Universitas Teknologi. Menurutnya dengan perubahan tersebut bisa menarik minat lulusan SMA/K masuk Perguruan Tinggi Vokasi meningkat.
 
"Reformasi pendidikan vokasi salah satu kenyataan yang ada di Indonesia ini kita punya 4.700 perguruan tinggi, hanya 300 yang Politeknik. Berdasarkan itu, kita akan usaha-usaha supaya pendidikan vokasi utamanya Dikti Vokasi di poltek lebih menarik," kata Patdono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Patdono juga menjelaskan, rencana revitalisasi Politeknik nantinya akan digelar pelatihan kepada tenaga pendidik dan pimpinan sekolah serta politeknik. "Kita mulai dari pelatihan terhadap guru SMK, dosen Poltek, kepala sekolah SMK dan direktur poltek. Yang kedua, bring industry to school atau kampus," jelasnya.
 
Ia menyebutkan, ini merupakan program paling besar yang dilakukan di pendidikan vokasi. Nantinya selain pelatihan, juga akan dibentuk forum pembina vokasi.
 
"Institusinya industri-industri yang nanti kita beri tugas untuk terlibat pendidikan vokasi yang dimulai dari perumusan kompetensi," terangnya.
 
Pasalnya, kata Patdono, industrilah yang palin tahu kompetensi apa yang paling dibutuhkan industri. Kemudian forum tersebut akan merumuskan kompetensi lulusan, dan berikutnya merumuskan kurikulum.
 
"Industri juga diminta menyiapkan dosen dari industri, juga tempat magang, dan menunjuk lembaga pelatihan yang kompeten untuk melatih guru SMK atau dosen politeknik maupun direktur politeknik dan kepala sekolah SMK. Kemudian memberikan sertifikat industri yang diakui oleh industri," ungkapnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif