Visi progresif inilah yang ditanamkan STIE Kalpataru Business School lewat Kuliah Umum dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Mengusung tema epik “Growth The Business Leader”, acara yang digelar di Auditorium SETDA Kabupaten Bogor pada Senin, 21 September 2026 ini menjadi momentum reset mindset bagi para mahasiswa baru.
Kampus ingin memastikan mahasiswanya sadar sejak hari pertama bahwa mereka sedang dipersiapkan menghadapi persaingan dunia kerja yang makin dinamis.
Ketua STIE Kalpataru Business School, Husen Basri, M.Ak., Ak., CA., ASEAN CPA, ACPA, menegaskan bahwa bonus demografi Indonesia adalah peluang sekaligus tantangan. Mahasiswa tidak bisa bersantai, mereka butuh adaptasi, kompetensi, dan soft skill yang selaras dengan industri.
“Mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak hari pertama kuliah. Dunia industri terus berkembang dan persaingan semakin terbuka. Karena itu, lulusan STIE Kalpataru harus memiliki kompetensi dan karakter yang membuat mereka mampu menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujar Husen, dalam keterangannya yang dikutip Selasa, 22 September 2026.
Growth Mindset ala Praktisi Bisnis
Agar wawasan mahasiswa baru semakin terbuka, STIE Kalpataru turut menghadirkan Founder and CEO Hive Five, Dr. Sabar L. Tobing, sebagai keynote speaker. Ia mengajak Gen Z untuk memiliki growth mindset dan tidak pernah kenyang belajar di tengah gempuran perubahan teknologi.Lewat sesi ini, mahasiswa disadarkan bahwa IPK tinggi saja tidak menjamin karier gemilang. Keberhasilan profesional butuh kolaborasi dari kemauan belajar, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan integritas yang tangguh.

Gerakan Sadar Kuliah dan Filosofi Pohon Kehidupan
PKKMB tahun ini juga menjadi motor penggerak “Gerakan Sadar Kuliah”. Ini bukan cuma soal rajin datang ke kampus, tetapi ajakan menjadikan pendidikan tinggi sebagai "investasi leher ke atas".Mahasiswa didorong untuk memperluas relasi, aktif berorganisasi, dan mengenali peta kebutuhan industri global agar kelak tidak hanya bermental pencari kerja, tapi siap menjadi problem solver, entrepreneur, dan kreator peluang.
STIE Kalpataru juga mengenalkan filosofinya sebagai “Pohon Kehidupan”. Mahasiswa diibaratkan harus memiliki akar etika dan integritas yang kuat, batang ketahanan yang kokoh untuk beradaptasi, hingga akhirnya mampu berbuah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kampus bisnis yang berfokus pada bidang Manajemen dan Akuntansi ini membuktikan komitmennya menjembatani pendidikan dengan kebutuhan industri. Pertanyaannya sekarang, untuk para mahasiswa baru: "Ketika lulus nanti, kamu ingin dikenal sebagai apa?"