Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (keempat kanan) membuka Rakernas IPPNU, di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Foto: ANT/Syaiful Arif
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (keempat kanan) membuka Rakernas IPPNU, di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Foto: ANT/Syaiful Arif

Santri Didorong Berkontribusi Tekan Angka Kemiskinan

Pendidikan pesantren
Dhika Kusuma Winata • 24 Januari 2020 16:22
Jakarta: Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mendorong para santri untuk berkontribusi menekan angka kemiskinan di Tanah Air. Salah satunya dengan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.
 
Harapan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin, saat membuka Rapat kerja nasional (rakernas) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dalam rangkaian rakernas juga digelar Gelar Karya Santri Nusantara dan Santri Digital Fest yang menghadirkan karya-karya wirausaha digital yang tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP).
 
Gerakan OPOP yang dimulai Pemprov Jatim sejak 2019 itu, menargetkan menciptakan 1 juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan hingga 2023. Wapresmendorong gerakan semacam OPOP agar juga bisa bergerak di provinsi-provinsi lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia meminta agar santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.
 
"Saya harapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, dan pesantren itu sendiri agar memajukan kemandirian ekonomi, sosial, dan memacu perkembangan skills teknologi dan skill pemasaran melalui pendekatan kratif, inovatif, dan strategis," kata Ma'ruf.
 
Perkembangan era digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para santri untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Terlebih lagi di era digital, santri-santri di Tanah Air diharapkan bisa berkiprah lebih banyak lagi, agar bisa berkontribusi membangun daerah masing-masing.
 
"Banyak kreasi dan inovasi santri nusantara yang perlu diberikan perhatian lebih agar santri bisa berkiprah di dunia digital dan bersumbangsih membangun bangsa di era digital. Kita ingin ke depan di era digital ini santri bisa menguasai pasar nasional dan internasional," ungkap Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Nurul Hidayati Ummah.
 
Nurul mengatakan, rakernas yang mengangkat tema "Santri Goes beyod Digital Society" kali ini akan membahas sejumlah isu strategis, terutama pembangunan SDM, penguatan pengaderan dan kaderasisasi organisasi.
 
"Hal ini sebagai wujud kepedulian IPPNU terhadap santri yang memiliki karya luar biasa di era digital," ucapnya.
 
Selama tiga hari (23-25 Januari 2020), IPPNU menggelar rakernas yang mengumpulkan sekitar 30 pemimpin cabang IPPNU di seluruh Indonesia. Hajatan yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, itu dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
 
Sejumlah pesantren besar yang tergabung dalam program OPOP merata di seluruh Jawa Timur. Mulai dari Pesantren di Lamongan (Sunan Drajat), Tuban (Langitan), Pasuruan (Sidogiri), Mojokerto (Amanatul Ummah), Ponorogo (Gontor), Malang (Al HIkam), Probolinggo (Nurul Jadid), Sumenep (An Nuqoyyah, Al Amin), hingga Banyuwangi (Blok Agung).
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif