PPDB yang sempat ricuh di salah satu sekolah favorit di Depok.  Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno
PPDB yang sempat ricuh di salah satu sekolah favorit di Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Jalur Prestasi PPDB Ditambah, IGI Lempar Kritik

Pendidikan PPDB
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Desember 2019 20:21
Jakarta: Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengkritisi besaran kuota jalur prestasi yang dinaikkan dari 15% menjadi maksimal 30% dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.Bagi IGI, alih-alih ingin mewujudkan 'Merdeka Belajar', kebijakan itu justru berpotensi mengembalikan praktik lama kastanisasi di sekolah negeri.
 
Dalam program Pokok kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar" yang digagas Nadiem, salah satunya memuat tentang peraturan baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis Zonasi di 2020. Dalam peraturan tersebut terdapat perubahan komposisi PPDB berbasis zonasi di jalur prestasi yang semula 15% menjadi maksimal 30%.
 
Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Muhammad Ramli Rahim menyebut, komposisi baru jalur pendaftaran PPDB tersebut merupakan sebuah kemuduran bagi kebijakan sistem zonasi. "Penambahan kuota ini mengakibatkan cita-cita kita untuk membuat pemerataan pendidikan di seluruh sekolah di Indonesia menjadi buyar kembali," kata Ramli dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ramli menuturkan, dengan adanya jalur prestasi yang cukup besar tersebut mengakibatkan kembali terbentuknya cap sekolah unggulan, sekolah teladan, dan sekolah favorit. Padahal label itulah yang selama ini coba dihapus dari dunia pendidikan Indonesia melalui Sistem zonasi.
 
Lebih lanjut ia menyebut, kasta-kasta sekolah merupakan biang masalah yang timbul di tengah masyarakat. Ia mencontohkan, adanya upaya segelintir orang untuk mengupayakan segala macam cara agar anaknya mampu terakomodir di sekolah-sekolah unggulan.
 
"Terjadinya ketimpangan antara sekolah unggulan dengan bukan sekolah unggulan kemudian masih banyak lagi masalah yang ditimbulkan oleh keberadaan kasta-kasta sekolah ini. Akhirnya Nadiem Makarim kembali membangun kasta-kasta sekolah tersebut, dengan menaikkan porsi jalur prestasi menjadi 30%," sesalnya.
 
Sebelumnya,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memutuskan untuk mengubah komposisi kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis Zonasi. Jika sebelumnya jalur prestasi hanya 15 persen, maka mulai tahun depan kuotanya ditambah menjadi maksimal 30 persen.
 
"Jadi arahan kebijakan ke depannya adalah sedikit kelonggaran kita berikan di zonasi, yang tadinya prestasi 15% sekarang 30%," kata Nadiem saat menyampaikan Empat Kebijakan Pendidikan "Merdeka Belajar".
 
Meski begitu untuk pembagian 70 persen kuota sisanya tetap mengikuti tiga kriteria, yaitu minimum zonasi adalah 50 persen. Kemudian jalur afirmasi minimal 15 persen, jalur afirmasi untuk pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan jalur perpindahan 5%.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif