Pelajar saay menampilkan tarian di FLS2N.  Foto:  ANT/Irwansyah Putra
Pelajar saay menampilkan tarian di FLS2N. Foto: ANT/Irwansyah Putra

DKI Jakarta Juara Umum FLS2N 2019

Pendidikan Prestasi Pelajar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 September 2019 11:59
Jakarta: Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kembali digelar tahun ini. Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih juara umum dengan raihan delapan medali emas dari ajang perlombaan untuk siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah ini.
 
Provinsi Bali menempati posisi kedua, dengan perolehan tujuh medali emas. Sedangkan provinsi Riau di urutan ketiga dengan memboyong lima medali emas.
 
Penyelenggaraan FLS2N ini diselenggrakan di dua daerah sekaligus. Yakni provinsi Lampung untuk perlombaan jenjang SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus dan Kota Tangerang untuk perlombaan jenjang SD dan SMP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta lomba yang penuh kreativitas ini. Selain sebagai kompetisi di bidang seni, Muhadjir memandang FLS2N dapat mendorong penguatan pendidikan karakter bagi perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
 
"Saya berharap dengan ajang ini bisa memberikan sumbangan berarti bagi penguatan pendidikan karakter kita, anak yang pintar dan cerdas, punya kemampuan cukup dan hebat sangat penting, tetapi semua tidak ada artinya kalau tidak ada karakter yang baik. Yang harus ditekankan adalah pendidikan karakternya baik logika, etika dan estetika," kata Muhadjir dalam siaran pers, Jakarta, Senin, 23 September 2019.
 
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap, siswa dapat terus menggali kreativitas yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan kompetisi berbasis seni. Sebab pengembangan kreativitas, kata Muhadjir, penting untuk dapat menghadapi persaingan di masa depan, dalam era Revolusi Industri 4.0.
 
"Nanti akan banyak produksi repetitif digantikan oleh robot atau artificial intelligence. Untuk itu, pertahankan kreativitas, karena yang tidak bisa digantikan adalah kreativitas yang dihasilkan oleh manusia, sebagai daya cipta," jelas Muhadjir.
 
Sementara itu, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, Khamim, mengatakan, penyelenggaraan FLS2N menjadi ajang ekspresi bagi kecintaan siswa terhadap kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia.
 
"FLS2N ini dapat menjadi ajang berkreasi, berkarya, dan berprestasi, serta dapat dijadikan ajang ekspresi kecintaan terhadap budaya bangsa dan pengembangan pendidikan karakter," ujar Khamim.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif