Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina. Foto:  Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

IKAPI Berharap Pemerintah Hapus PPN Penjualan Buku

Pendidikan Literasi
Kautsar Widya Prabowo • 11 September 2019 20:59
Jakarta: Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) berharap pemerintah dapat membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) pada penjualan buku. Hal tersebut untuk menekan peluang praktik pembajakan buku oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
"Di buku itu ada ongkos cetak, ada royalti penulis. Kita berharap pada PPN penjualan buku ini dibebaskan untuk seluruh jenis buku," ujar Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina kepada Medcom.id di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.
 
Ida menjelaskan saat ini melalui peraturan menteri, yang ada hanya membebaskan PPN terhadap buku-buku tertentu saja. Seperti buku pelajaran, kitab suci dan buku pelajaran agama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita berharap semua buku. Karena pada prinsipnya semua buku juga untuk pendidikan bangsa, literasi bangsa," jelasnya.
 
Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 122/PMK.011/2013 tentang buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran-pelajaran Agama yang impor dan penyerahannya dibebaskan dari PPN.
 
Sebelumnya, IKAPI mengatakan pembajakan buku masih menjadi momok bagi penerbit dan penulis di Indonesia. Buku bajakan tak cuma beredar di dunia nyata tapi juga dunia maya.
 
Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina mengatakan, pembajakan buku masih menjadi momok bagi penerbit dan penulis. Buku bajakan tak cuma beredar di dunia nyata tapi juga dunia maya.
 
"Pembajakan buku berubah dari konvensional ke cara lebih praktis ke marketplace. Penerbit melaporkan mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat pembajakan buku," kata Rosida.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif