Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Intan Yunelia.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Intan Yunelia.

Sanksi Terberat Diminta Mengundurkan Diri

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 14 Desember 2018 07:27
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menargetkan pejabat perguruan tinggi yang melaporkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) mencapai 50% di 2019.  Hal tersebut melihat persentase pejabat perguruan tinggi yang sudah melaporkan LHKPN masih sangat rendah.

“Saya targetkan di tahun 2019 itu harus 50% sudah masuk.  Target saya, kalau tidak tercapai akan dipanggil semua rektor dan pasti ada sanksi,” kata Nasir usai acara membuka acara Monitoring dan Evaluasi LHKPN dan PPPK, di Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Pintu Senayan Satu, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menjelaskan, sanksi tersebut terbagi dalam tiga tahap.  “Sanksi ringan peringatan satu, peringatan dua peringatan tiga. Kalau peringatan tiga tidak juga menyerahkan, saya minta mengundurkan diri,” terang Nasir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menjelang akhir 2018 ini, pejabat perguruan tinggi yang sudah melaporkan LHKPN sangat sedikit, yaitu hanya 24,9 persen. Hal ini lah yang akan menjadi fokus Kemenristekdikti, agar pejabat PTN ini segera melaksanakan kewajibannya. Baca: Tak Lapor LHKPN Calon Rektor Terancam Gugur

“Tadinya 21,9% tapi dalam empat hari ini naik menjadi 24,9% pejabat di PTN,” papar Nasir. 

Ia menuturkan, hal tersebut terkendala pergantian pejabat PTN setiap tahunnya. Sehingga tidak terkoordinir dengan baik.  “Kendalanya pejabat itu sistem laporannya berubah. Kedua pejabat perguruan tinggi karena mungkin tidak tahu pergantian yang  begitu cepat tiap tahun, sehingga mereka tidak termonitor dengan baik,” pungkasnya.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi