Mendikbud, Muhadjir Effendy saat meninjau salah satu stan di Festival janadriyah, di Kota Riyadh, Arab Saudi, Kemendikbud/BKLM.
Mendikbud, Muhadjir Effendy saat meninjau salah satu stan di Festival janadriyah, di Kota Riyadh, Arab Saudi, Kemendikbud/BKLM.

Pemerintah akan Bangun Pusat Kebudayaan di Jeddah

Pendidikan kebudayaan
Daviq Umar Al Faruq • 28 Desember 2018 12:08
Malang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan Indonesia baru saja menjadi tamu kehormatan pada Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi. Dalam festival itu Indonesia juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang kebudayaan.
 
"Kita menandatangani MoU di bidang kebudayaan dan akan kita bangun pusat kebudayaan Indonesia di Jeddah. Ini saya sudah minta Pak Komjen untuk menjajaki mencari lokasi mana yang paling ideal. Sehingga marwah dan martabat Indonesia biar agak gagah lah di Arab Saudi dengan kita punya pusat kebudayaan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, di Malang, Kamis 27 Desember 2018.
 
Muhadjir menjelaskan partisipasi Pemerintah Indonesia dalam Festival Janadriyah ke-33 ini merupakan salah satu upaya diplomasi lunak oleh Indonesia melalui kebudayaan. Sebab menurutnya kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi selama ini masih belum baik di sektor kebudayaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian juga pendidikan terutama untuk anak-anak Indonesia yang ada di sana baik yang ada di Riyadh, Jeddah maupun Makkah dan Madinah juga belum tertangani dengan baik. Ini kita usahakan bisa terurus," bebernya.
 
Mantan Rektor UMM ini menjelaskan diplomasi yang paling bagus saat ini melalui tukar menukar budaya. Bahkan diketahui selain Saudi Arabia, Indonesia sendiri telah melakukan misi kebudayaan ke sejumlah negara, seperti Azerbaijan, Belgia, dan Inggris.
 
Baca:Pencak Silat Sempat Dikira Karate dan Kungfu
 
"Karena kita sebagai negara mayoritas penduduk Islam terbesar se-dunia. Sedangkan agama Islam asalnya dari Saudi Arabia, saya kira akan ketemu lah nanti menjadi sosok kerja sama dua negara yang sangat bagus untuk peradaban Islam masa depan," bebernya.
 
"(Pusat Kebudayaan) mulai tahun baru. Saya sudah minta Pak Komjen, Januari 2019 bisa sudah ada lokasi yang kita tentukan," imbuhnya.
 
Sebagai informasi, Festival Janadriyah adalah festival budaya dan warisan tahunan terbesar di Timur Tengah yang diselenggarakan sejak tahun 1985. Festival Janadriyah ke-33 dibuka Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud pada Kamis malam waktu Arab Saudi yang akan berlangsung sampai 9 Januari 2019.
 
Dalam festival ini, Pemerintah Indonesia menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia, mulai dari seni batik, seni pencak silat, seni tari tradisional, seni ukir, seni membuat sketsa wajah, seni kaligrafi, dan kapal Pinisi sebagai warisan budaya Indonesia tak benda.
 
Selain itu, untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Indonesia, juga ditampilkan foto-foto tempat wisata di Indonesia, seperti Raja Ampat, Bali, Pulau Komodo, dan Danau Toba.
 
"Indonesia sebagai Guest of honour,jadi tamu kehormatan sehingga kita punya venue yang sangat luas, diberi kesempatan untuk pameran macam-macam dan juga perform ada pertunjukan macam-macam. Jadi kita terus mengirim seniman untuk Saudi," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif