NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

3.300 Ormas Mendaftar Organisasi Penggerak

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 11 Maret 2020 07:37
Jakarta: Sebanyak 3.300 pendaftar yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) tercatat mendaftar untuk menjadi Organisasi Penggerak. Sementara atas nama pribadi, telah tercatat 12 ribu pendaftar.
 
Jumlah tersebut merupakan akumulasi jumlah pendaftar sejak pendaftaran Organisasi Penggerak dibuka sejak 2 Maret 2020. Pihak Kemendikbud menganggarkan Rp595 miliar untuk program Organisasi Penggerak.
 
Rencananya, hanya sekitar 300 organisasi masyarakat yang bakal bergabung menjadi Organisasi Penggerak. "300 organisasi itu bisa yang lolos atau bisa yang terbiayai. Tapi ujung hasilnya tetap kita mempertimbangkan dana yang teralokasi. Untuk alokasinya kita lagi proses pengolakasian, belum fix, angkanya Rp595 miliar," kata Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Supriano, Selasa, 10 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Supriano menambahkan, jika program ini diproyeksikan untuk mempercepat kemajuan pendidikan. Terutama di daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T).
 
"Di daerah 3T, daerah sulit geografis, dan juga hitung-hitungannya, kita itu minimal di tahun pertama dalam program rintisan ini kalau bisa 100 kabupaten bisa disentuh," lanjut dia.
 
Baca juga:Organisasi Penggerak dan MGMP Diminta Berkolaborasi
 
Plt. Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ade Erlangga Masdianamengatakan, organisasi penggerak bakal fokus untuk memberikan pelatihan pada bidang numerasi, literasi dan karakter. Bidang tersebut dinilai menjadi kunci peningkatan kualitas guru.
 
"Tiga poin inilah soal konten dan bidangnya itu, literasi, numerasi, dan karakter," kata Ade.
 
Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Itje Chodidjah mengatakan numerasi, literasi, karakteristik adalah ujung tombak dari pendidikan. Dari tiga poin itu, dapat dinilai kemampuan seseorang untuk memahami bidang ilmu lain secara luas.
 
"Yang tentunya memberikan kesempatan guru untuk menjadi pembelajar yang nanti ujungnya akan memerdekakan belajar anak," lanjut Itje.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif