Mendikbud, Nadiem Makarim (kiri) bersama Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (kanan) di Kantor PBNU. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Mendikbud, Nadiem Makarim (kiri) bersama Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (kanan) di Kantor PBNU. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Ikut dalam POP, PBNU Ajukan Satu 'Syarat'

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 12 Agustus 2020 15:59
Jakarta: Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan, bahwa NU akan tetap berada di dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hanya saja NU meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) agar POP dilaksanakan Januari 2021.
 
Bahkan Yahya saat disambangi Nadiem di kantor PBNU, Jakarta Pusat menyebut, bakal mengikuti arahan dari mantan Bos Gojek tersebut terkait POP. "Bahwa NU menegaskan, tetap ikut serta di dalam Program Organisasi Penggerak dan Rais Aam menegaskan kembali arahan beliau (Nadiem) bahwa Nahdatul Ulama harus terus bekerja sama erat dengan Kemendikbud," kata Yahya di kantor PBNU, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020.
 
Baca juga:Sambangi PBNU, Nadiem Bahas Kelanjutan POP

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yahya sempat menyayangkan sikap PBNU dalam POP yang sempat ramai dibicarakan hinga menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Menurutnya hal itu seharusnya tidak perlu terjadi.
 
"Kemaren ada yang menganggap kontroversi, yang sebetulnya tidak. Bahwa NU menegaskan jika tetap ikut serta di dalam Program Organisasi Penggerak," tandas Yahya.
 
Namun, dia meminta kepada Nadiem, agar POP dilaksanakan pada Januari 2021. Syarat itu diajukan PBNU agar POP dapat berjalan baik, sesuai dengan apa yang direncakanan Nadiem.
 
"Banyak hal yang tadi sudah dibicarakan bersama dan ada banyak rencana kerja sama antara Kemendikbud bersama NU yang akan terus kita tindak lanjuti," ujar Yahya.
 
Untuk diketahui, Nadiem menyambangi PBNU, siang ini di kantor PBNU, Jakarta Pusat. Nadiem diterima langsung oleh Yahya, sekjen, dan pengurus PBNU lainnya.
 
Selain membicarakan POP, Yahya menyebut kedatangan Nadiem kali ini juga membahas isu seputar dunia pendidikan terkini. Nadiem melakukan pertemuan tertutup dengan PBNU sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.20 WIB.
 
"Mohon dukungan dan doa restu. Beliau membicarakan, menerangkan banyak hal kepada Rais Aam tentang gagasan-gagasan inovasi pendidikan yang sedang beliau kerjakan," pungkas Yahya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif