Ilustrasi puasa. Foto: Unplash
Ilustrasi puasa. Foto: Unplash

Ingin Puasa Asyura 10 Muharam, Bagaimana Hukum dan Ketentuannya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Juni 2026 23:15
Ringkasnya gini..
  • 10 Muharam merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam.
  • Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan hari Asyura, bahkan beliau berpuasa pada hari tersebut dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa.
  • Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali sepakat bahwa puasa Asyura hukumnya sunnah muakkadah.
Jakarta: 10 Muharam merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Hari ini memiliki banyak keutamaan dan peristiwa penting dalam sejarah para nabi dan umat terdahulu.
 
Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan hari Asyura, bahkan beliau berpuasa pada hari tersebut dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. 
 
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa keutamaan puasa Asyura adalah melebur dosa setahun.
 
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim).

Puasa di Hari yang Dicintai Rasulullah SAW


Mengerjakan Asyura dapat menjadi sebuah bentuk menghargai hari yang dicintai Rasulullah SAW. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ibnu Abbas:
 
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura) dan tidak pada satu bulan selain bulan ini (Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari)
 

Berikut ini beberapa keutamaan puasa 10 Muharram:


Allah akan membebaskan 70 orang dari neraka bagi orang yang berpuasa Asyura (HR. Baihaqi)
Terhindar dari berbagai penyakit (HR. At-Tirmidzi)
Melunakkan hati yang keras (HR. Abu Nu'aim)
Meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT

Hukum Puasa Asyura

Melansir Instagram Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama @bimasislam, mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali sepakat bahwa puasa Asyura hukumnya sunnah muakkadah. 

Puasa Tasu'a (9 Muharram) juga hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan sebagai penyempurna puasa Asyura.
 
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hikmah puasa tanggal 9 Muharram adalah:
 
- Menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.
- Menggabungkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.
- Kehati-hatian dalam penentuan awal bulan.
   

Puasa Asyura 10 Muharam Kapan?

Bagi umat Islam di Indonesia dalam pelaksanaan puasa Asyura tahun ini terdapat perbedaan tanggalnya. Ini karena pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah yang juga merupakan tahun baru Islam jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
 
Sedangkan Nahdlatul Ulama, menetapkan 1 Muharam 1448 H jatu pada Rabu 17 Juni 2026. Dengan adanya perbedaan penetapan 1 Muharam ini umat Islam perlu memerhatikan jadwalnya.
 
Puasa Asyura versi Pemerintah dan Muhammadiyah: Kamis, 25 Juni 2026
Puasa Asyura versi NU: Jumat, 26 Juni 2026

Niat Puasa Asyura

Sedangkan untuk lafal niat puasa sunnah Asyura pada malam hari adalah: 
 
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى 
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. 
 
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA