Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK Istimewa
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK Istimewa

Rerie Dorong Kemudahan Akses Pendidikan Bermutu untuk Pemberdayaan Perempuan

Renatha Swasty • 06 April 2026 17:42
Ringkasnya gini..
  • Hal itu melalui kemudahan akses dan pendidikan berkualitas bagi setiap warga negara, termasuk bagi perempuan.
  • Ini adalah jalan utama membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan.
  • Rerie sangat berharap akan lahir para perempuan yang lebih berdaya saing, berkompeten, dan siap mengambil peran strategis.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendukung upaya pemberdayaan perempuan. Hal itu melalui kemudahan akses dan pendidikan berkualitas bagi setiap warga negara, termasuk bagi perempuan. 
 
“Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari akses dan mutu pendidikan. Ini adalah jalan utama membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan,” ujar Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026. 
 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan bulan April 2026 sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Tahun ini mengangkat tema “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Rerie mengatakan langkah progresif ini merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan fundamental yang masih membayangi kaum perempuan di Indonesia. Pada 2025, skor Indeks Kesenjangan Gender (Gender Gap Index) Indonesia yang dilaporkan pada World Economic Forum (WEF) tercatat 0,692. 
 
Dengan capaian itu, Indonesia berada di peringkat ke-97 dunia dari 148 negara, dan menempati posisi ke-7 dari 10 negara ASEAN. Kondisi itu menunjukkan tingkat kesetaraan gender yang relatif rendah atau berada di peringkat menengah-bawah dalam lingkup global. 
 
"Ini pekerjaan rumah besar kita. Pendidikan yang bermutu adalah fondasi untuk mengubah angka ini, agar perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin dalam pengambilan keputusan,” tegas Rerie. 
 
Anggota Komisi X DPR RI itu mengakui data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk perempuan usia 7-18 tahun konsisten lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, yaitu mencapai 99,42 persen pada kelompok 7-12 tahun dan 79,56 persen pada kelompok 16-18 tahun. 
 
“Meski akses pendidikan sudah baik, kita masih menghadapi kesenjangan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Data ILO 2024 mencatat perempuan lulusan STEM hanya 35 persen dan yang bekerja di sektor yang sama hanya 8 persen. Padahal, STEM  adalah sektor kunci masa depan,” ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu. 
 
Rerie sangat berharap akan lahir para perempuan yang lebih berdaya saing, berkompeten, dan siap mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dengan adanya berbagai upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan