NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto:  MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

KIP Kuliah Terbuka Bagi Mahasiswa PTN dan PTS

Pendidikan KIP Kuliah SNMPTN/SBMPTN 2020
Ilham Pratama Putra • 26 Februari 2020 21:37
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan kepada seluruh mahasiswa yang berminat mendaftar menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Kesempatan tersebut berlaku bagi mahasiswa yang berada di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
 
Sekretaris Jenderal Ditjen Dikti, Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, tidak ada ketentuan akreditasi untuk menjadi mahasiswa penerima KIP Kuliah. Pihaknya memahami, sangat memungkinkan, nantinya tidak semua mahasiswa penerima KIP-K dapat menembus perguruan tinggi terakreditasi A dan B.
 
"Jadi kami bakal betul-betul mengawal. Sekalipun misal secara akademis sudah masuk di daerah Tertinggal, Terluar, Terpencil. Maka kami validasi apakah yang bersangkutan mempunyai prestasi akademis dan tidak mampu (secara ekonomi)," kata Paristiyanti di Gedung Kemendikbud Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Penerima KIP Kuliah Bakal Dapat Rp6,6 Juta Per Semester
 
Bahkan KIP Kuliah juga bakal disalurkan pada mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta. Pihaknya akan tetap memastikan aliran dana bakal tepat sasaran.
 
Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kemendikbud, Abdul Kahar menyatakan, dukungannya untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu. Guna pengawasan itu, Kahar menyebut, akan ada proses integrasi data.
 
"Nanti anak-anak yang masuk ke Perguruan Tinggi baik (akreditasi) A, B atau C langsung terintegrasi dengan big dataDikti di Kemendikbud. Pada saat yang bersangkutan kuliah kita marking di Dikti," kata Kahar.
 
Baca juga:Pendaftaran SNMPTN Bagi Penerima KIP Kuliah, Ini Langkahnya
 
Kahar berharap, nantinya tugas pengawasan pada penerima KIP Kuliah ini tak hanya diemban pemerintah pusat. Pemerintah Daerah juga harus mengambil peran.
 
"Karena rentang kami ke perguruan tinggi jauh dan lebar. Kalau monitoring, jikatidak didukung kerja sama yang bagus, pasti tidak bisa maksimal," kata Kahar.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif