NEWSTICKER
Ilustrasi.  Foto:  Medcom.id/M. Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M. Rizal

Kuliah Daring, Perguruan Tinggi Jangan Obral Nilai

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Maret 2020 15:17
Jakarta: Meski pembelajaran di sejumlah perguruan tinggi dilaksanakan secara jarak jauh atau dalam jaringan (daring) karena status darurat Virus Korona, namun penilaian hasil belajar mahasiswa harus tetap sama seperti perkuliahan normal.
 
Perguruan tinggi tidak bisa begitu saja mengobral nilai, karena standar minimal harus tetap dipenuhi oleh mahasiswa. “Standar nilai tetap, yang membedakan hanya proses pembelajarannya. Standar mutu PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) harus sama dengan yang konvensional. Jadi kompetensi mahasiswa lulusan yang biasa, dengan PJJ harus sama, standar minimal harus dipenuhi,” jelas Pengamat Pendidikan dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY), Edy Suandi Hamid kepada Medcom.id Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.
 
Lebih lanjut terkait penilaian hasil belajar ini, kata Edy, dosen memang mempunyai caranya tersendiri. Dosen bisa saja dalam asesmen ingin mengetahui pemahaman dan pemikiran mahasiswanya dan mendorong mahasiswa mencari banyak bahan bacaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi tak masalah, hanya saja soal ujian bukanlah terkait konsep yang bisa dibaca di buku teks, tetapi pemahaman mereka, atau untuk menjawab mereka didorong mencari jawaban di banyak literatur dan jurnal. Jadi ini malah positif,” ungkapnya.
 
Baca juga:UI: Belajar Daring Hanya Terkendala Mindset
 
Edy yang juga merupakan Rektor Universitas Widya Mataram (UMW) Yogyakarta ini mengungkapkan, kondisi darurat penyebaran Virus Korona mempunyai dampak positif bagi perguruan tinggi di Indonesia. Karena mau tidak mau kampus harus melaksanakan PJJ, dan itulah merupakan sistem pembelajaran di era revolusi industri 4.0.
 
“Adanya covid-19 memaksa PT (perguruan tinggi), siap atau tidak siap, harus memulai PJJ ini, yang tidak mengharuskan mahasiswa ke kampus. Revolusi industri 4.0 dan pola hidup generasi milenial akan memaksa diterapkannya PJJ pada masa depan,” ungkapnya.
 
Sementara perguruan tinggi yang tidak melakukan atau mengembangkan sistem PJJ, menurutnya akan dengan sendirinya ditinggalkan calon mahasiswa. “Jadi yang dilakukan banyak PT saat ini dengan online/PJJ sudah tepat dan bagus,” tegasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif