Penurunan Nilai Rata-rata UN SMP Capai 3,17 Poin
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno. Foto:Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Nilai ujian nasional (UN) jenjang SMP 2018 mengalami penurunan 3,17 poin dibandingkan tahun sebelumnya.  Penurunan nilai UN terus terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2016-2018).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam jumpa pers hasil UN SMP 2018 memaparkan bahwa pada 2016 rata-rata nilai UN SMP 58,61.  Angka tersebut kemudian turun di 2017 menjadi 54,25, dan semakin merosot lagi tahun ini menjadi 51,8.


Meski begitu, Totok membantah nilai ujian nasional (UN) tersebut adalah sebuah penurunan. Menurutnya, yang terjadi adalah nilai UN telah terkoreksi.

Totok menjelaskan, tingginya nilai UN SMP tahun lalu tak sepenuhnya murni. Karena ditemukan praktik-praktik kecurangan yang terjadi.

"Karena diperoleh dengan cara curang dan terdistorsi assesment-nya itu," kata Totok di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin 28 Mei 2018.

Sedangkan hasil UN SMP tahun ini jauh lebih murni berdasarkan kemampuan siswa. Sistem UNBK diklaim Totok turut meminimalisasi siswa berlaku curang.

"Maka sekarang dengan UNBK makin jujur, minim kecurangan bisa jujur, maka inilah yang sesungguhnya dikatakan terkoreksi," ucap Totok.

Totok pun membantah penurunan nilai UN karena tingkat kesulitan soal ujian.
"Kalau dilihat dari kesulitan soal tadi kantidak terlalu banyak efeknya, dan sekolah UNBK ada yang naik dan turun," pungkasnya



(CEU)