Siasat Kemendikbud Cegah Kebocoran Soal UN
Beberapa siswa mengikuti UNBK 2018 di SMKN 29 Jakarta, Senin, 2 April 2018, Medcom.id - Husen
Jakarta:Tiap tahun, kebocoran soal Ujian Nasional (UN) menjadi momok bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Maka itu, sejak 2015, pemerintah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Mendikbud Muhadjir Effendy optimistis pelaksanaan UNBK mampu meminimalisasi kebocoran soal. Selain menggunakan komputer, soal untuk masing-masing peserta UNBK pun berbeda.


"Seandainya bocor paling hanya satu saja dan itu sangat luar biasa kalau terjadi (kebocoran), karena soal baru bisa dibuka beberapa menit sebelum ujian dilaksanakan dan hanya oleh siswa yang sudah berada di depan komputer itu," kata Muhadjir usai memantau pelaksanaan UNBK di SMKN 29 dan SMKN 6 Jakarta, Senin, 2 April 2018.

Sayangnya belum seluruh sekolah siap menyelenggarakan UNBK, masih ada beberapa sekolah khususnya yang ada di daerah terpencil masih menggunakan kertas dan pensil dalam UN. Muhadjir mengakui Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) mempunyai kerawanan yang tinggi pada kebocoran soal.

Mengatasi kebocoran soal UNKP, Kemendikbud punya siasat. Kata Muhadjir, sejak tahun lalu pihaknya telah mengurangi kebiasaan mengirim soal dalam waktu yang mepet dengan ujian, soal UNKP dikirim satu bulan sebelum ujian dilaksanakan dengan pengamanan yang ketat.

"Sehingga setelah ujian dilaksanakan tidak ada kasus seperti soal tertukar, tidak cukup, bahkan masih dalam perjalanan. Itu kami bisa atasi."

Selain itu, Muhadjir meminta pemerintah daerah untuk tidak membuat aturan menyeragamkan pelaksanaan UN. Bila infrastruktur sekolah siap untuk melaksanakan UNBK, maka pemda diminta untuk tidak memaksa sekolah tersebut menyelenggarakan UNKP.

"Tahun lalu saya berkunjung ke beberapa kabupaten di Maluku yang ternyata (beberapa) SMK-nya sudah siap untuk melaksanakan UNBK, tetapi ada kebijakan dari pemda untuk menyelenggarakan UNKP. Maka tahun ini saya minta untuk sekolah yang sudah siap untuk berbasis komputer harus dilaksanakan," tegasnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id