Anak TKI yang bersekolah di CLC Malaysia. Foto: Kemendikbud/BKLM
Anak TKI yang bersekolah di CLC Malaysia. Foto: Kemendikbud/BKLM

Indonesia Resmikan Sekolah Anak TKI di Sabah

Pendidikan Kualitas Pendidikan
Antara • 24 Oktober 2019 13:10
Nunukan: Demi memperluas akses layanan pendidikan dasar bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Sabah Malaysia, Konjen (Konsul Jenderal) RI Kota Kinabalu meresmikan satu lagi sekolah untuk anak-anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia).
 
Sekolah anak TKI bernama Community Learning Center (CLC) yang berada di perusahaan
kelapa sawit Ladang Gedau sekira 150 kilo meter dari Kota Sandakan. Konjen RI Kota Kinabalu, Krishna Djelani yang meresmikan langsung sekolah anak TKI tersebut melalui siaran persnya, Rabu, menyatakan keberadaan CLC pada ladang-ladang perkebunan kelapa sawit di wilayah kerjanya sangat membantu pendidikan anak-anak pekerja migran asal Indonesia.
 
Jumlah CLC di Negeri Sabah tercatat telah mencapai ratusan buah dan sebagian telah menelorkan lulusan yang melanjutkan pendidikan pada tingkatan di atasnya di SIKK Kota Kinabalu dan sejumlah sekolah di Indonesia. Peresmian CLC Ladang Gedau ditandai dengan
pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Konjen RI Kota Kinabalu bersama-sama dengan Chief Operations Officer (COO) Lai Fook Kim (LFK) Groups, Tn Mohd Izwan Wasandan Bin Abdullah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acara dihadiri oleh sejumlah pengurus ladang di bawah syarikat LFK Groups, anggota komite
sekolah, para guru dan siswa serta orang tua siswa. Hadir pula pada kesempatan tersebut PF Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, Kepala SIKK dan Koordinator Penghubung CLC Wilayah Kerja KJRI Kota Kinabalu.
 
Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Krishna menambahkan sangat mengapresiasi peran serta pengurus ladang menyediakan layanan pendidikan bagi pekerjanya asal Indonesia.
 
"Terima kasih kepada manajemen Ladang Gedau, LFK Groups, yang telah memfasilitasi dan menyediakan sarana layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja Indonesia yang bekerja di Ladang Gedau," ujar dia.
 
Selanjutnya, Krishna menyatakan, bahwa pendidikan merupakan kebutuhan sekaligus hak asasi setiap anak. Hal ini sejalan dengan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Children), Pemerintah Indonesia dan Malaysia tentunya berkomitmen mendukung setiap upaya untuk memenuhi hak pendidikan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif