NEWSTICKER
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), Didied Poernawan Affandy. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), Didied Poernawan Affandy. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Dosen UB Beruntung Keluar dari Wuhan Sebelum Diisolasi

Pendidikan virus korona Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 28 Januari 2020 19:42
Malang: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), Didied Poernawan Affandy termasuk salah satu mahasiswa Indonesia di Tiongkok yang beruntung. Pasalnya, Didied bisa keluar dari Wuhan, Hubei, Tiongkok sebelum pemerintah setempat memberlakukan lockdown di daerah tersebut.
 
Lockdown merupakan protokol darurat yang diterapkan untuk melindungi sekelompok orang dalam suatu tempat dari peristiwa yang berbahaya. Didied yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Huazhong University of Science and Technology, Wuhan ini kemudian pulang ke Indonesia pada 15 Januari 2020.
 
Sedangkan, Pemerintah Tiongkok memberlakukan lockdown di Hubei pada 22 Januari 2020. "Untung saya bisa pulang sebelum Wuhan diisolasi, sekarang menunggu dulu bagaimana perkembangan di sana,” katanya saat ditemui Medcom.id, Selasa, 28 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Didied pun menceritakan kondisi di Wuhan sebelum ia pulang ke Indonesia. Menurutnya, kondisi di Wuhan sebelum diisolasi sama seperti pada hari-hari biasanya. Hanya saja, suasana kota lebih sepi, itu pun karena banyak warganya yang mudik saat perayaan Tahun Baru Imlek.
 
"Biasanya saat Imlek penduduk sana itu pada mudik ke keluarganya masing-masing. Sehingga waktu saya keluar rumah ya memang sepi. Jalanan juga enggak banyak kendaraan lewat karena waktu itu memang waktunya Imlek," jelasnya.
 
Saat ini, Didied masih sering berkomunikasi dengan para mahasiswa asal Indonesia lainnya yang tidak bisa keluar dari Wuhan. Para mahasiswa tersebut tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) cabang Wuhan.
 
"Perhimpunan mahasiswa Indonesia Tiongkok ini sangat aktif. Karena sama-sama di rantau pasti kita punya keterikatan yang sangat dekat, sehingga kita dengan berita seperti ini tentunya juga empati dengan teman-teman yang masih tinggal di sana," ungkapnya.
 
Di sisi lain, pihak kampus Didied di Wuhan hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengannya. Salah satunya untuk berhati-hati dan waspada terkait penyebaran virus korona.
 
"Kampus sangat aware. Sekarang pun kampus juga masih hubungan dengan kita. Kemarin mereka kirim kuisioner menanyakan kondisi kita seperti apa dan kita sudah isi, kita sudah baik. Jadi ke kampus tetap merhatiin kita juga kok," ungkapnya.
 
Sebelumnya, perguruan tinggi di Wuhan, Tiongkok menetapkan kebijakan untuk memperpanjang masa libur hingga situasi pascawabah korona kembali kondusif. Saat ini rata-rata mahasiswa Indonesia yang kuliah di perguruan tinggi di Wuhan tinggal di asrama kampus dan selalu dalam pantauan pihak kampus.
 
"Mahasiswa tinggal di (asrama) kampus juga aman. Karena setiap kampus menerapkan standar keamanan yang baik. Jadi misalkan mereka habis keluar beli makan, itu langsung diperiksa dulu suhu tubuhnya, sebelum keluar juga diimbau menggunakan masker. Jadi sebenarnya di kampus-kampus itu lebih aman untuk mereka tinggal," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Beijing, Yaya Sutarya dalam keterangan tertulis di, Selasa, 28 Januari 2020.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif