Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat sebuah produk anti bakteri pada Smartphone yang ramah lingkungan, UB/Humas.
Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat sebuah produk anti bakteri pada Smartphone yang ramah lingkungan, UB/Humas.

Mahasiswa UB Buat Pelindung Smartphone Ramah Lingkungan

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 11 Maret 2019 15:42
Malang: Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat sebuah produk anti bakteri pada Smartphone yang ramah lingkungan. Yakni produk berbahan dasar sari kelapa (Cocos Nucifera) dan Apel (Malusdomestica) bernama Protect Magic.
 
Inovasi ini dibuat oleh Muhammad Kiki Saputra (Fakultas Pertanian), Grandy Zovanca (Fakultas Pertanian), Revin Yohanes Abraham (Fakultas Pertanian), Cynthia Ayu Dwi Lestari (Fakultas MIPA), dan Rininta Arifianingsih (Fakultas Kedokteran)
 
Berkat temuannya tersebut, kelima mahasiswa ini berhasil meraih Gold Medal dan Special Awards pada ajang International Invention and Innovation Promotion Assosiation in Honor of Highest Standart of Excellence.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya itu, inovasi ini juga mendapat tawaran kerja sama pengembangan produk secara masal dari tiga investor yaitu UPMSTEM, School of Education and Social Sciences, dan Leading Edge NDT Technology (LENDT) Industrial Technology Division.
 
Salah seorang perwakilan tim, Kiki Saputra menjelaskan, Protect Magic dibuat setelah melihat meningkatnya perkembangan teknologi dan mobilitas manusia. "Mobilitas manusia tidak terlepas dari suatu alat komunikasi salah satunya berupa Smartphone yang berpotensi berbahaya terhadap kesehatan karena berperan sebagai pembawa sejumlah mikroorganisme patogen pada manusia," katanya, Senin 11 Maret 2019.
 
Baca:Mahasiswi UB Jadi Finalis Puteri Indonesia 2019
 
Di bawah bimbingan dosen Afifuddin Latief Adijedjo, Protect Magic diharapkan dapat membawa manfaat bagi khalayak umum, menarik investor dan pengembang. "Hal itu agar Protect Magic dapat bekerja sama dan dikembangkan lebih lanjut untuk dapat diproduksi massal yang berlangsung dalam jangka waktu panjang," bebernya.
 
Sebagai tambahan, Protect Magic berhasil menyingkirkan 19 negara pada ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA) - Malaysia Technology Expo (MTE 2019) di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, akhir Februari 2019 lalu.
 
Kompetisi tersebut merupakan ajang terbesar yang mempertemukan penemu, perancang, desainer internasional, pengusaha, universitas, dan lembaga untuk menampilkan penemuan, ide, prototipe, produk dan desain terbaru mereka.
 
Produk mereka ditampilkan kepada investor, produsen, distributor dan pemasar, untuk mendorong ide-ide mereka dari konsep ke realitas. Kompetisi mahasiswa tingkat internasional ini diadakan oleh Group Professional Trade Exhibition and Meeting Planners (PROTEMP) dan Malaysian Association of Research Scientist (MARS).

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif