Diskusi bertema Tingkat Pengetahuan Pemilih (Mahasiswa) Mengenai Elemen Teknis Pemilu di Media Center Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Medcom.id/Intan Yunelia.
Diskusi bertema Tingkat Pengetahuan Pemilih (Mahasiswa) Mengenai Elemen Teknis Pemilu di Media Center Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Medcom.id/Intan Yunelia.

Mahasiswa dan Pelajar Minim Pengetahuan Pemilu 2019

Pendidikan pemilu serentak 2019 Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 16 Januari 2019 13:58
Jakarta:Populasi penduduk dari kalangan milenial (usia 17-35 tahun) sangat besar saat ini, sehingga memiliki potensi suara yang cukup diperhitungkan dalam menentukan hasil pesta demokrasi 2019. Namun sayangnya, pengetahuan kelompok pemilih ini tentang teknis pemilu 2019 masih sangat minim.
 
Wakil Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik FISIP (Puskapol) UI, Hurriyah mengatakan, Puskapol UI beberapa waktu lalu meneliti preferensi pemilih pemilu 2019. Salah satunya menyasar kelompok milenial pemilih pemula yang diikuti oleh mahasiswa dan pelajar SMA dan SMK.
 
"Ketika kita menggali lebih jauh pengetahuan dasar tentang pemilu 2019, secara mengejutkan kami lihat ternyata baik mahasiswa dan pelajar itu kondisinya sama. Pengetahuan mereka (tentang pemilu) sangat minim," ujar Hurriyah saat diskusi bertema Tingkat Pengetahuan Pemilih (Mahasiswa) Mengenai Elemen Teknis Pemilu di Media Center Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Staf pengajar di Departemen Ilmu Politik FISIP UI ini menyebutkan, preferensi ini melibatkan mahasiswa yang notabene adalah mahasiswa awal di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip). Sedangkan Universitas yang diteliti hanya di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi) saja.
 
"Saya membayangkan, kalau mahasiswa FISIP di kota besar di Jabodetabek saja tidak punya pemahaman cukup baik soal pemilu 2019 bagaimana dengan di kampus lain di daerah luar," imbuhnya.
 
Baca:PPDB 2019 Buka Tiga Jalur Seleksi
 
Beberapa pertanyaan yang ditanyakan di antaranya teknis pemilu 2019. Seperti regulasi pemilu 2019, jumlah partai politik di 2019, kursi DPR yang akan diperebutkan di 2019, jumlah daerah pemilihan DPR RI 2019, metode konversi perhitungan suara 2019 dan parlementreshold2019
 
Namun, Hurriyah menemukan hal menarik lainnya. Mahasiswa tersebut justru mengkritisi minimnya adu gagasan dan ide dalam kontestasi Pilpres maupun Pileg.
 
"Mereka cukup tahu dan punya pengetahuan yang cukup kritis dalam mempersoalkan bagaimana minimnya narasi danplatformyang disampaikan oleh para calon legislatif (caleg) terutama pemilihan presiden (pilpres)," terangnya.
 
Ia menuturkan, milenial yang lebih aktif di media daring ini sering menyerap informasi-informasi yang beredar di sekitarnya, terutama media sosial. Mereka mengakui, sering mendapatkan informasi terkait kedua calon kandidat di pilpres 2019 dari media yang sering mereka gunakan.
 
"Mereka tahu isu tentang politisasi sara dan hoaks. Serta perdebatan tentang bagaimana kedua tim sukses (timses) ini yang selalu ribut di media," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif