Distribusi Guru Digarap Serius

Bukittinggi Hapus "Cap" Sekolah Favorit

Citra Larasati 29 November 2018 20:54 WIB
Sistem Zonasi
Bukittinggi Hapus Cap Sekolah Favorit
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Medcom.id/Citra Larasati.
Bukittinggi:  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, telah lama berkomitmen menghapus kastanisasi sekolah, bahkan telah secara tegas menghapus istilah sekolah favorit.  Salah satunya dilakukan dengan mengupayakan pemerataan kualitas guru melalui sistem rotasi guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah. 

"Sekarang kita buat kebijakan, tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sama," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Melfi Abra kepada Medcom.id  saat dijumpai di Kota Padang, Rabu, 28 November 2018. 


Bahkan pemerintah kota Bukittinggi telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwako) untuk mendistribusi guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah.  alau sudah melebihi batas tahun yang ditentukan, guru akan dipindah ke sekolah yang tidak favorit. 

"Dengan begitu guru-guru yang nilai Uji Kompetensi Guru (UKG)-nya tinggi dapat menyebar, mengoptimalkan kemampuannya untuk membantu sekolah yang tidak favorit agar menjadi lebih berkembang," terang Melfi.

Dalam kesempatan yang sama, Melfi juga mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya mengikuti rapat koordinasi (rakor) sistem zonasi di Medan, Sumatera Utara.  Dalam rakor tersebut dilakukan sinkronisasi data titik zonasi antara yang dimiliki pemerintah dengan data Disdik.

Baca: Atur Ulang Presisi dan Kalibrasi Kualitas Guru

Menurut Melfi, opeta titik zonasi dari pemerintah pusat pada awalnya cenderung tidak dapat diimplementasikan, karena memukul rata jarak dengan menggunakan radius.  Sementara kondisi riil di daerah sering berbeda.

"Seperti lokasi SMAN 4 yang menjadi pusat zonasi, kalau dilihat dari Google Map mungkin berdekatan dengan sekolah yang di sekitarnya.  Namun faktanya sekolah-sekolah tersebut terpisahkan oleh lembah dan lereng bukit, kalau mau ke sekolah lainnya itu harus memutar, dan itu sangat jauh," ungkap Melfi.

Namun dalam kesempatan rakor itu, ketidaksesuaian itu sudan selesai disinkronisasi.  "Sudah kami koreksi, sekarang data titik zonasi sudah sesuai," ungkap Melfi.

Melfi menegaskan, sistem zonasi di tingkat Kota Bukittinggi tidak mengalami masalah dan sudah siap untuk dijalankan.  "Aksesabilitas terpenuhi," tutup Melfi.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id