dr. Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa Dokter Tirta saat Ngabuburit bareng BEM UNS. Foto: Instagram BEM UNS
dr. Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa Dokter Tirta saat Ngabuburit bareng BEM UNS. Foto: Instagram BEM UNS

BEM UNS Ngabuburit Bareng Dokter Tirta

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 22 Mei 2020 21:14
Jakarta:Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama dengan dr. Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa Dokter Tirta menggelar 'Ngabuburit'. Acara yang digelar secara daring ini membahas peran mahasiswa dalam melawan covid-19.
 
Kegiatan bertajuk 'Yuenes Ngabuburit' ini berlangsung melaui Instragram Livedi akun BEM UNS. Kurang lebih 1.000 orang bergabung menyimak diskusi tersebut.
 
Sebelum memulai diskusi dengan dr.Tirta, Presiden BEM UNS, M. Zainal Arifin dan moderator pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini BEM UNS telah melakukan penggalangan donasi yang disalurkan ke Rumah Sakit (RS) UNS dan sekitar Solo. Selain itu juga sedang berlangsung agenda galang donasi yang berlangsung mulai 20 April 2020 lalu sampai target terpenuhi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hasil donasi tersebut akan digunakan untuk pengadaan, di antaranya 1.000 masker, 1.000 paket sembako, 50 paket penyemprotan disinfektan dan lain-lain," sebut Zainal.
 
Saat ini menurut laporan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, per hari Kamis pasien postif Covid-19 mencapai 20.162 orang. Sebanyak 1.278 orang meninggal dunia dan 4.838 orang sembuh.
 
Baca juga:Menristek: Kita Harus Siap Hidup Tanpa Vaksin Korona
 
Peningkatan pasien postif pada hari tersebut, Kamis 21 Mei 2020 yakni sejumlah 973 pasien (merupakan jumlah tertinggi). Informasi terbaru ini menjadi pemantik diskusi bersama dr.Tirta.
 
Sebagai seorang dokter dan relawan yang terus menerus berkontribusi dalam penanganan Covid-19, Tirta menyampaikan kekecewaannya terhadap masyarakat yang tidak mematuhi pemerintah. Tidak hanya masyarakat awam, Tirta juga menyampaikan keprihatinan terhadap sikap beberapa influencer muda yang tidak bisa memberikan contoh baik kepada masyarakat.
 
Diakui Tirta, saat ini tenaga medis, relawan dan beberapa orang yang masih harus terjun di lapangan untuk menangani permasalahan covid-19 mencapai tingkat stres yang tinggi. Karena pasien terus bertambah, ditambah dengan sikap dari beberapa pihak yang tidak bisa bekerja sama untuk memutus penyebaran covid-19.
 
Selama ini pemerintah telah berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Namun setiap kebijakan yang diambil oleh Presiden selalu mendapat respons beragam dari masyarakat. Tidak ada yang mudah dalam kondisi seperti ini.
 
Jika sikap dari masyarakat tidak segera berbenah maka permasalahan covid-19 masih akan terus berlanjut. “Saat ini sebagai mahasiswa, hal yang bisa kalian lakukan adalah mengedukasi lingkungan sekitar tempat tinggal kalian. Minimal di tingkat RT, kalian bisa memberikan edukasi apa itu covid-19,” ujar Tirta dengan semangat.
 
Bukan tanpa bukti, Tirta mengatakan, hal tersebut karena ia mengalaminya sendiri. Ketika menjumpai seorang pedagang makanan yang menggunakan masker, kemudian ditanya alasannya menggunakan masker apa.
 
"Orang tersebut menjawab tidak mengerti dan cenderung mengikuti arus saja. Hal ini tentu sangat disayangkan," terangnya.
 
Selain itu, saat kondisi seperti sekarang ini, menurut dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini penting untuk melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik. Sebagai masyarakat mendengarkan imbauan dari pemerintah wajib untuk dilakukan.
 
Dukungan kecil yang dilakukan satu orang, akan berdampak besar bagi yang lain. “Satu komando dari pemerintah yaitu Presiden kita jalankan,” tegas Tirta.
 
Gotong royong mandiri untuk bisa berkontribusi di masa ini penting untuk diterapkan. Dengan menerapkan tetap berada di rumah bagi yang tidak berkepentingan, menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan langkah yang benar, menjaga pola makan dan tetap hidup sehat sangat membantu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
 
"Edukasi melalui iklan layanan masyarakat juga perlu untuk terus dilakukan dengan penyampaian yang baik dan benar," tutup Tirta.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif