Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mahasiswa Usul Keringanan Uang Kuliah Semester Depan

Pendidikan Pendidikan Tinggi Biaya Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 02 April 2020 17:18
Jakarta: Mahasiswa meminta Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong kampus untuk meringankan beban pembayaran uang kuliah di semester ganjil mendatang. Terutama bagi mahasiswa semester akhir yang terancam drop out (DO) tahun ini dan mendapat perpanjangan masa kuliah hingga semester depan.
 
Salah satu mahasiswa semester akhir diUniversitas Prof. Dr. Moestopo (UPDM) Jakarta, Muhammad Kegi mengatakan,proses penyelesian tugas akhir di semester genap ini tidak optimal karena terdampak pembatasan aktivitas selama pandemi Korona. Ditambah lagi banyak orang tua mahasiswa yang kondisi ekonomi keluarganya kemungkinan terganggu karena terdampak pandemi Korona.
 
"Lebih pas sih kalau uang kuliah semester depan dapat keringanan. Apalagi kampus yang dalam wilayah red zone, mahasiswanya yang terancam DO semester ini boleh menambah satu semester," kata Kegi kepada Medcom.id, Kamis, 2 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keringanan pembayaran uang kuliah ini, kata dia, bisa mengurangi beban orang tua dan mahasiswa. Perpanjangan masa kuliah untuk mahasiswa tersebut, baiknya kata Kegi, jangan sampai membebani kondisi finansial mahasiswa yang saat ini tidak begitu baik.
 
"Kalau dianggap semester ini tidak optimal, semoga kampus bisa pakai uang kuliah semester ini untuk dioptimalkan di semester depan. Kan perih juga, satu semester sudah bayar Rp3 juta lebih, tapi enggak optimal prosesnya," ujarnya.
 
Baca:Terdampak Korona, Orang Tua Harapkan Keringanan Uang Kuliah
 
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi di daerah tertentu untuk menambah masa perkuliahan selama satu semester khusus kepada mahasiswanya yang pada semester ini terancam drop out (DO). Hal ini menyusul kondisi darurat pandemi virus korona atau coronavirus disease (covid-19)
 
Perpanjangan masa belajar satu semester ini, tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan. Plt. Dirjen Dikti, Nizam menyebut, pengaturan perpanjangan diserahkan kepada pimpinan Perguruan Tinggi masing-masing.
 
"Masa belajar paling lama bagi mahasiswa yang seharusnya berakhir pada semester genap 2019/2020, dapat diperpanjang satu semester, dan pengaturannya diserahkan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi sesuai dengan kondisi dan situnsi setempat," kata Nizam dalam Surat Edarannya, Selasa 31 Maret 2020.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif