Ilustrasi. Foto: Antara/Isaac Mulyawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Isaac Mulyawan

Kegiatan Seni Tak Perlu Sembunyi-sembunyi Lagi Saat Pandemi

Pendidikan kebudayaan
Ilham Pratama Putra • 07 Juli 2020 19:47
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah memperbolehkan penyelenggaran kesenian di tengah pandemi. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dua Menteri, kini kegiatan seni bisa kembali dibuka untuk masyarakat.
 
"Beberapa aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, diam-diam, sekarang mendapatkan legalitas," kata ketua Koalisi Seni Indonesia, Kusen Alipah Hadi dalam Konferensi Video, Selasa 7 Juli 2020.
 
Hal terpenting, kata kusen, tempat penyelenggara bisa mengikuti protokol kesehatan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang melayani di lokasi penyelenggaraan juga paham akan protokol kesehatan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kesiapan sumber daya Saya kira. Kemudian tidak ada lagi hand sanitizer langka, misalnya atau masker dicari. Kedua memonitor aktivitas. Jadi, tempat yang sudah mengajukan protokol ini saya kira wajib dimonitor supaya masyarakat luas menjadi tenang," sambung Kusen.
 
Baca juga:Cagar Budaya Hingga Bioskop Siap Dibuka
 
Sekjen Asosiasi Museum Indonesia, Sigit Gunarjo menyebut, SKB ini sangat membantu kegiatan di museum untuk lebih masif. Sejatinya beberapa museum di Indonesia sudah dibuka sebelum dikeluarkannya SKB.
 
"Jumlah museum di Indonesia 509 museum, baik itu pemerintah, swasta, dan pribadi. Rata-rata hampir tiap museum itu bisa 60 sampai 80 karyawan. Alhamdulillah duasampai tiga minggu lalu sudah buka, menerima pengunjung. Tetapi kita tetap mengikuti aturan. Keluarnya SKB akan lebih menyempurnakan, memperkuat asosiasi dalam rangka protokol kesehatan," ungkap Sigit.
 
Kemendikbud dan Kemenparekraf mengeluarkan SKB agar dunia seni dan industri kreatif kembali menggeliat. Sebab banyak pegiat seni dan industri kreatif yang ekonominya terpuruk di tengah pandemi.
 
"Hal ini dilakukan agar ekonomi pelaku kesenian dan industri kreatif bisa pelan-pelan pulih," ujar Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif