Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan Layar Zoom.
Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan Layar Zoom.

Sekolah Berbasis Asrama Diminta Dibuka Bertahap

Pendidikan pesantren sekolah Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 07 Agustus 2020 21:40
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengizinkan satuan pendidikan di zona hijau dan kuning penyebaran virus korona (covid-19) melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, khusus madrasah maupun sekolah berbasis asrama, diharapkan menampung siswanya secara bertahap.
 
"Madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning dapat membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam konferensi video, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Nadiem menjelaskan, jika kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik kurang dari atau sama dengan 100 orang, maka diizinkan untuk menampung setengahnya terlebih dahulu. Itu dapat dilakukan pada bulan pertama kegiatan belajar tatap muka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada masa transisi bulan pertama adalah 50 persen. Nanti pada bulan kedua 100 persen, kemudian terus dilanjutkan 100 persen pada masa kebiasaan baru," terang Nadiem.
 
Baca:Nadiem: Sekolah di Zona Kuning Boleh Dibuka
 
Bagi sekolah dengan kapasistas asrama dan jumlah peserta didik lebih dari 100 orang, maka diberlakukan skema lain. Pada masa transisi bulan pertama, siswa yang ditampung hanya sebanyak 25 persen.
 
"Baru dilanjutkan pada bulan kedua 50 persen, kemudian memasuki masa kebiasaan baru pada bulan ketiga 75 persen, dan bulan keempat 100 persen," ujar Nadiem.
 
Hal ini diberlakukan untuk meminimalisasi penyebaran covid-19 secara masif. Apabila ada indikasi kasus positif covid-19 dalam lingkup sekolah berbasis asrama itu, pihak satuan pendidikan diharapkan menutup kembali pembelajaran tatap muka.
 
"Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 untuk memantau tingkat risiko covid-19 di daerah," terangnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif