PUPR Mataram Bentuk Tim Investigasi

Tim Investigasi Sisir Kelayakan Gedung Sekolah Pascagempa

08 Agustus 2018 12:44 WIB
Gempa Lombok
Tim Investigasi Sisir Kelayakan Gedung Sekolah Pascagempa
Kondisi bangunan pascagempa Lombok, MI/Ramdani.
Mataram:Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat membentuk tim investigasi gedung sekolah untuk menilai kelayakan gedung yang akan ditempati kembali pascagempa bumi 7,0  Skala Richter (SR).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Mahmuddin Tura di Mataram mengatakan, investigasi gedung sekolah ini menjadi prioritas, karena pada Kamis, 9 Agustus 2018, siswa sudah mulai masuk sekolah pascagempa bumi.


"Hari ini, tim yang beranggotan lima orang sudah mulai turun melakukan investigasi sejumlah gedung sekolah. Harapannya, agar kami bisa segera membuat rekomendasi layak atau tidak layak ke Dinas  Pendidikan," kata Mahmuddin seperti dikutip dari Antara, Rabu, 8 Agustus 2018.

Ia mengatakan, ada lebih dari 100 sekolah, khususnya SD dan SMP yang berada di bawah penanganan pemerintah kota, Dinas Pendidikan menjadi prioritas dalam investigasi kali ini.  Di antaranya sekolah SDN 5, 9, Mataram, 2 Ampenan, dan SDN 10 Cakranegara.  Sedangkan untuk tingkat SMP, diprioritaskan di SMPN 6, 7, 12 dan 14 Mataram, karena dari laporan pihak sekolah kondisinya mengkhawatirkan.

"Jadi tim kami akan bekerja sesuai dengan skala prioritas dari Dinas Pendidikan," katanya.

Baca: Tim UI Peduli Turun ke Lokasi Gempa Lombok

Menurutnya, apabila dari hasil evaluasi tim investigasi tersebut menyebutkan kondisi bangunan tidak layak, maka PUPR akan memberikan rekomendasi kepada Dinas Pendidikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dengan demikian, Dinas Pendidikan bisa segera mencari solusi cepat dan tepat untuk menangani masalah tersebut. Misalnya, dengan mencari tempat belajar yang aman dan nyaman sementara bagi siswa, meliburkan siswa atau solusi lainnya.  "Dengan demikian, siswa bisa nyaman belajar tanpa ada ancaman keselamatan mereka," ujar Mahmuddin.

Lebih jauh Mahmuddin menyebutkan, selain membentuk tim investigasi gedung sekolah, PUPR Mataram juga membentuk tim investigasi gedung publik lainnya untuk menilai kelayakan gedung pascagempa bumi.

Tim yang dimaksudkan antara lain, tim investigasi gedung RSUD Mataram, Pendopo Wali Kota, Kantor Badan Keuangan Daerah dan Kantor BPK. Satu tim beranggotakan empat hingga lima orang dari berbagai unsur.  "Namun, yang saat ini mendesak adalah investigasi gedung sekolah," tutup Mahmuddin.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id