Danau di Kampus UMM.  Foto:  UMM/Dok. Humas
Danau di Kampus UMM. Foto: UMM/Dok. Humas

UMM Tuan Rumah Kontes Kapal Cepat Tak Berawak

Pendidikan prestasi mahasiswa Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 13 September 2019 20:14
Malang: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menyelenggarakan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019. Kali ini giliran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan kompetisi bergengsi tahunan ini.
 
Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung pada 10-12 Oktober 2019 mendatang. Terdapat dua lokasi yang dipilih sebagai arena perlombaan yang representatif dan memenuhi strandar perlombaan tingkat nasional.
 
Yaitu danau yang terletak di depan Gedung Kuliah Bersama I Kampus III UMM di Jalan Raya Tlogomas No. 246 dan Danau Taman Rekreasi Sengkaling UMM, salah satu unit bisnis legendaris milik Kampus Putih UMM di Jalan Raya Sengkaling No.194, Malang, Jawa Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sampai berita ini diturunkan, para peserta yang mendaftar telah mengumpulkan dokumen evaluasi tahap 1. Pada 20 Agustus lalu, telah diumumkan evaluasi tahap 1 KKCTBN Tahun 2019. Batas pengumpulan bahan evaluasi tahap II pada tanggal 18 September.
 
Hasil evaluasi tahap 2 akan diumumkan 23 September. Sementara, pada 11-12 September merupakan free trial, technical meeting dan pelaksanaan lomba.
 
“Penilaian kontes KKCTBN ini dilakukan terhadap setiap kategori dengan beberapa kriteria. Selain ditentukan berdasarkan waktu tercepat, pertimbangan dalam penilaian juga berupa manuver kapal dalam setiap rintangan pada lintasan. Ada pula penghargaan bagi desain kapal terbaik,” terang Nur Subeki, Ketua Pelaksana KKCTBN Tahun 2019 di UMM, Jumat 13 September 2019.
 
Terdapat tiga kategori yang diperlombakan. Pertama, Kapal Kendali Otomatis. Pada kategori ini, kapal didesain dan dibangun dengan piranti lunak elektronik otomatis atau sensor warna.
 
Kedua, Kapal Cepat Listrik dengan Sistem Kendali Jauh. Kapal ini menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak dengan bantuan remote control. Terakhir, Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh.
 
“Setiap kategori kontes prototipe kapal memiliki misi dan tantangan yang berbeda-beda. Secara umum kemampuan menyelesaikan misi dan tantangan tersebut dapat diukur melalui kecepatan dan kemampuan bermanuver. Misi dan tantangan tersebut diterjemahkan ke dalam lintasan yang harus dilalui oleh setiap kapal dalam setiap kategori,” ungkap Subeki yang juga Wakil Dekan III Fakultas Teknik ini.
 
Daya kreasi mahasiswa dalam kontes ini tidak hanya mencakup desain badan kapal yang baik dari segi penampilan dan manuver, tetapi juga mencakup perencanaan sistem penggerak, sistem navigasi yang handal, dengan memperhatikan keselarasan faktor teknis lainnya (engine matching).
 
Dengan demikian kreativitas dalam kontes yang dimaksud akan melibatkan beberapa disiplin ilmu teknik yang terkait. Sebagai tuan rumah pada kontes KKCTBN tahun 2019 ini, UMM mengangkat tema yaitu “Teknologi Kapal untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Era Revolusi 4.0”.
 
Selain itu, penyelenggaraan kontes ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas intelektual melalui ajang uji kreativitas mahasiswa, meningkatkan kemandirian dan kesiapan dalam menghadapi tantangan yang bersifat regional maupun global.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif