Kepala BPPT, Hammam Riza, Foto: Medcom.id/intan Yunelia
Kepala BPPT, Hammam Riza, Foto: Medcom.id/intan Yunelia

BPPT Prioritaskan Rekrut Perekayasa Jago IT

Pendidikan seleksi cpns
Intan Yunelia • 11 September 2019 16:04
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengajukan 461 formasi untuk posisi perekayasa dalam pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang rencananya akan dibuka awal Oktober 2019. Calon PNS perekayasa yang menguasai bidang Informasi dan Teknologi (IT) akan diprioritaskan dalam perekrutan.
 
“Kita ingin mendidik dia menjadi perekayasa di sistem informasi, menggunakan teknologi yang terbaru dong yaitu cloud, internet of things, big data atau data scientist dan enggak cukup hanya sebagai orang yang tahu sistem informasi saja,” kata Kepala BPPT, Hammam Riza saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 11 September 2019.
 
CPNS yang direkrut dalam waktu dekat ini juga dituntut mampu menjawab tantangan zaman yang serba pesat dengan kemauan teknologi. Mampu memadukan saintifik dan teknologi, terutama terkait teknologi yang berhubungan dengan revolusi industri 4.0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Banyaknya perkembangan dari teknologi informasi dan komunikasi. Jadi enggak sekadar biasa-biasa saja tenaga kita,” ujar Hammam.
 
Di era keterbukaan ini, kata Hammam, calon perekayasa BPPT juga harus memiliki jiwa kompetitif dan siap bersaing dengan negara maju. Dari itu mereka akan ditempa dalam satu sistem manajemen talenta.
 
“Kalau human capital itu kita investasi untuk membagun kemampuan dia, supaya dia menjadi perekayasa yang ahli dalam bidang seperti elektro, ahli data, ahli bioteknologi, dan ahli nanomaterial,” paparnya.
 
Dengan kompetensi dan skill yang mumpuni, kata Hammam, para calon perekayasa ini diharapkan bisa berkontribusi mengatasi persoalan bangsa. Kinerja mereka dapat dirasakan untuk kemaslahatan banyak orang.
 
“Jadi CPNS itu diharapkan bertanggung jawab kepada inovasi yang memberikan nilai tambah kepada sumber daya alam kita, penanganan polusi, solusi terhadap perubahan iklim, atau membangun green technology. Itu adalah tantangan bagi negara kita khususnya bagi SDM nya,” tutupnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif