Tahun Depan, Soal UN Lebih Sulit
Beberapa siswa mengikuti UNBK 2018 di SMKN 29 Jakarta, Senin, 2 April 2018, Medcom.id - Husen
Jakarta:Besok, Senin 12 April 2018, siswa kelas IX SMP/MTs/sederajat, mengikuti ujian nasional. Materi uji menggunakan metode kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS). Tapi peserta ujian diminta tak khawatir dengan metode tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan jumlah soal dengan metode tersebut hanya 10 persen dari total materi uji. Soalnya pun tak sulit.


Muhadjir mengaku mendapat keluhan siswa SMA/SMK/sederajat soal metode HOTS pada ujian nasional pekan lalu. Menurut Muhadjir, peserta ujian terlalu fokus pada kesulitan itu.


(Mendikbud memantau UNBK di SMKN 29 Jakarta, Senin, 2 April 2018, Medcom.id - Husen)

"Saya yakin, anak-anak yang mengeluh hanya karena terfokus pada beberapa soal HOTS yang tidak bisa dia kerjakan," tegas Muhadjir, di Jakarta, Minggu 22 April 2018.

Untuk diketahui, pada tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menerapkan tiga tingkat kesulitan dalam soal UN di seluruh jenjang (SMA/SMK dan SMP/MTs.  Yakni soal mudah (lower) sebanyak 25 persen, sedang (medium) 65 persen, dan sulit (higher) 10 persen.

"Tahun ini soal higher hanya 10 persen, padahal seharusnya sudah 25 persen.  Baru tahun depan (2019) soal kategori higher akan semakin naik," sebut Guru Besar Universitas Negeri Malang (UNM) ini. 

Baca: Mendikbud Janji Evaluasi Pelaksanaan UNBK

Ia meminta peserta UN jangan terlalu terfokus pada soal HOTS yang presentasenya bahkan hanya 10 persen dari total soal keseluruhan.  "Padahal sebagian besar soal UN pasti bisa anak-anak kerjakan, karena soal HOTS tahun ini sebenarnya hanya 10 persen," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Pihaknya akan menghitung presentasi riil jumlah siswa yang benar-benar mengalami kesulitan pada UN SMA/SMK lalu.  "Karena sampai sekarang kita juga tidak tahu berapa sih sebetulnya yang merasa kesulitan, nanti akan kita cek dari skor dan level yang dicapai anak-anak itu," tandas Muhadjir.

UN jenjang SMP/MTs akan diselenggarakan mulai 23 hingga 26 April 2018.Ada empat mata pelajaran yang akan diujikan, yakni Bahasa Indonesia (Senin), Matematika (Selasa), Bahasa Inggris (Rabu), dan IPA (Kamis).

Sementara UN susulan jenjang SMP/MTs dijadwalkan pada 8-9 Mei 2018. Total jumlah SMP/MTs yang menggelar ujian pada tahun ini sebanyak 56.528 sekolah. Total peserta UN SMP/MTs 2018 mencapai 4.295.346 siswa. 

Sebanyak 49 persen atau 27.919 sekolah di antaranya menggelar UN berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Jumlah siswanya sebanyak 4.295.346 orang.

Sisanya, sebanyak 28.609 sekolah menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Peserta yang mengikuti UNBK sebanyak 2.694.553 siswa mengikuti UNBK.





(RRN)