Mendikbud, Nadiem Makarim saat kunjungan ke sejumlah sekolah di Bogor. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Mendikbud, Nadiem Makarim saat kunjungan ke sejumlah sekolah di Bogor. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Kemendikbud Beri Bantuan 20 Komputer untuk Optimalkan PJJ

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 31 Juli 2020 13:37
Bogor: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyumbang 20 komputer sebagai alat bantu teknologi informasi komunikasi sekolah dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Terdapat dua sekolah yang menerima bantuan ini.
 
Sebanyak 10 komputer diberikan kepada SMP Al Ghazaly, Kota Bogor dan 10 komputer lagi diberikan kepada SMP Muhammadiyah kota Bogor. Bantuan itu diberikan saat Mendikbud, Nadiem Makarim melakukan kunjungan kerja di kota Bogor.
 
"Semoga komputer ini bisa membantu guru untuk mengajar siswa di rumah," kata Nadiem di SMP Al Ghazaly, Bogor, Kamis 30 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Nadiem Pinjam Laptop Guru, Sapa Siswa Sedang Belajar Daring
 
Nadiem berharap, komputer ini akan membantu banyak proses PJJ di dua sekolah tersebut. Pihak sekolahpun mengakui jika infrastruktur PJJ seperti komputer ini dapat menunjang guru, terlebih disaat guru tidak memiliki gawai yang mumpuni untuk mengajar.
 
"Memang infrastruktur seperti laptop atau handphone sangat dibutuhkan saat ini. Kadang ada guru yang mengaku hape mereka nge-hang waktu PJJ ini. Jadi bantuan ini sangat berarti," kata Kepala Sekolah SMP Al Ghazaly, Eva Khulaefah.
 
Lebih lanjut, Nadiem menyebut, sejatinya kendala PJJ bukan hanya perihal infrastruktur. Namun juga kendala biaya internet yang dinilai menyulitkan siswa di tengah perekonomian orang tua yang terpuruk saat pandemi covid-19.
 
Baca juga:Optimalkan PJJ, SMA Regina Pacis Gandeng Google
 
"Yang besar dan selalu kami dengar adalah situasi pembiayaan yang memang menjadi beban ekonomi bagi banyak sekali orang tua murid. Ada juga beban untuk sekolah dan ini mungkin kami sudah memperbolehkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) itu digunakan untuk pulsanya murid-murid. Tapi mungkin kita harus sosialisasikan lagi, dan akan kami kaji sebagai masukan," kata Nadiem.
 
Permasalahan selanjutnya adalah pentingnya penyederhanaan dan fleksibilitas kurikulum. Menurutnya pembelajaran memang harus terjadi, namun guru diminta fleksibel dalam adaptasi kurikulum.
 
"Pilih yang lebih esensial saja. Dan itu mungkin belum ada penjelasan dari pusat yang lebih jelas, bagaimana ini penyederhanaan kurikulum dalam masa pandemi itu jadi itu salah satu pekerjaan rumah kami," ujar Nadiem.
 

(CEU)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif