Demo mahasiswa di kampus Uniba Surakarta. Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto
Demo mahasiswa di kampus Uniba Surakarta. Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto

Mahasiswa Hingga Rektor Uniba Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Antara • 30 Juni 2020 14:53
Solo: Ratusan mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta menggelar demo menuntut Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) Solichul Hadi Ahmad Bakri mundur dari jabatannya. Pengelolaan yayasan maupun universitas dianggap sudah tak sehat.
 
Rektor UNIBA Surakarta Pramono Hadi mengatakan, aksi damai ini merupakan puncak dari semua upaya yang dilakukan mahasiswa, dosen, karyawan, rektorat, dan alumni UNIBA. Ia menyatakan, sudah terjadi tata kelola yang tidak benar di UNIBA, baik soal sumber daya manusia (SDM), maupun pengalokasian dana yang tidak pas.
 
"Saya sebagai Rektor harus bertanggung jawab, artinya sebagai kegagalan dan kami harus mundur sebagai etika akademik," kata Pramono melansir Antara, Selasa, 30 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, salah satu kesalahan kelola yang terjadi yakni Direktorat hanya bisa mengajukan usul, bukan pengambil keputusan. Semua keputusan terpusat kepada yayasan. Kesalahan ini dianggap sangat mendasar dan perlu direformasi.
 
Dekan Fakultas Tekhnik Sains dan Pertanian UNIBA Surakarta Sri Yuli Rahmawati menerangkan, aksi ini merupakan tindaklanjut dari demo pekan lalu. Menurut Sri Yuli, ketua Yapertib yang seharusnya bertanggung jawab terhadap semua kebijakan pengelolaan universitas justru melarikan diri bersama anaknya yang bertindak sebagai staf bendahara Yapertib UNIBA.
 
Baca:Mahasiswa Gunadarma Demo Tuntut Keringanan Biaya Kuliah
 
Bahkan, kata Sri Yuli, aksi mahasiswa pekan lalu berdampak keluarnya Surat Keputusan (SK) pelimpahan wewenang dari Yapertib kepada Rektor UNIBA. Ini dinilai membuktikan Dewan Pembina dan Yapertib cuci tangan dan tidak bertanggung jawab terhadap tuntutan mahasiswa.
 
Direktur Pasca Sarjana UNIBA Surakarta Istiatun menyebut penyelewengan jabatan di Yapertib sangat terasa ketika Solichul mengangkat dirinya sebagai Dewan Pembina dan kemudian memasukkan kedua anaknya ke jabatan strategis di Kepengurusan Yapertib, yakni sebagai sekretaris dan staf bendahara. Solichul kemudian dianggap semakin arogan terhadap pengurus Yapertib.
 
Koordinator lapangan Amir Junaedi mengatakan, aksi mahasiswa pada 22 Juni 2020 menjadi penyemangat dosen, karyawan, dan alumni UNIBA melakukan aksi hari ini. Menurut Junaedi, mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni sepakat menolak adanya nepotisme di dalam Yapertib Surakarta. Mereka juga menuntut dilakukan audit investigasi seluruh aset Yapertib.
 
Pengunjuk rasa juga menolak intervensi Yapertib dalam pengelolaan universitas, kembalikan sistem atau aturan penggajian serta honorarium dosen dan karyawan sesuai aturan kepegawaian UNIBA. Lalu, diminta dihilangkan jabatan-jabatan boneka di lingkungan Yayasan dan Universitas.
 
Para pengunjuk rasa sempat membakar ban bekas di tengah halaman UNIBA, karena pihak Yapertib tidak mau menemui mereka. Mahasiswa mengancam akan menyegel UNIBA jika pihak yayasan tidak mau merespons.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif