Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad
Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad

Hari Santri, Menag Minta Pesantren Tingkatkan Kewaspadaan Covid-19

Pendidikan Virus Korona pondok pesantren hari santri nasional
Antara • 22 Oktober 2020 10:09
Jakarta: Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pondok pesantren merupakan entitas yang rentan terjadi persebaran virus korona (covid-19). Fachrul mengingatkan pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi klaster covid-19.
 
"Pesantren adalah entitas yang sangat rentan persebaran covid-19. Maka kewaspadaan harus selalu ditingkatkan," kata Fachrul dalam keterangan tertulisnya pada peringatan Hari Santri yang diterima di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Menag meminta pondok pesantren lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan covid-19. Hampir setahun sejak wabah covid-19, pesantren menjadi salah satu titik rawan penyebaran virus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, keterbatasan fasilitas dan sarana kesehatan adalah titik lemah yang dapat menjadi pintu masuk penularan virus di pesantren. Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren juga menjadi kebiasaan yang tidak menguntungkan bagi pertahanan terhadap wabah ini.
 
"Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren mampu melampaui pandemi ini dengan baik, Insyaallah negara kita juga akan sehat dan kuat," ungkapnya.
 
Baca:Menag Targetkan Seluruh Madrasah Terapkan e-RKAM di 2023
 
Guna membantu pesantren meningkatkan layanan kesehatan, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren telah mengucurkan bantuan operasional pesantren sebesar Rp2,4 triliun. Meski angka tersebut belum sebanding dengan jumlah pesantren yang mencapai 28.900 di seluruh Indonesia, Fachrul berharap bantuan itu dapat meringankan beban pesantren.
 
Fachrul mengapresiasi beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan dampak pandemi di lingkungannya. Itu menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki daya tahan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang ada.
 
Modal utamanya, kata dia, tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai. Terkait dengan peringatan Hari Santri yang digelar di tengah pandemi, Menag menyampaikan penghargaan kepada para kiai dan santri pondok pesantren atas jasa-jasanya memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa ini.
 
"Jangan pernah lelah untuk berkontribusi untuk negeri ini. Saya percaya, selama santri pondok pesantren terus berdedikasi demi bangsa, selama itu pula negara tercinta ini akan aman dan sentosa," kata dia.
 
Peringatan Hari Santri tahun ini jatuh pada tanggal 22 Oktober, mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Tanggal itu diambil dari peristiwa tercetusnya 'Resolusi Jihad' dari Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 22 Oktober 1945.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif