Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril. Zoom
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril. Zoom

Kemendikbud Yakin Guru Honorer Berpeluang Besar Lolos Seleksi PPPK

Pendidikan Kesejahteraan Guru Bantuan Pendidikan Guru Honorer Anggaran Pendidikan Nadiem Makarim
Ilham Pratama Putra • 26 November 2020 16:30
Jakarta: Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengaku optimistis para guru honorer bisa lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Terlebih, ada satu juta formasi yang dibuka pada 2021 nanti.
 
"Kami optimis untuk guru-guru honorer saat ini bisa lulus seleksi tersebut," kata Iwan dalam Bincang Pendidikan dan Kebudayaan secara virtual, Kamis 26 November 2020.
 
Belum lagi, seleksi PPPK memberikan tiga kali kesempatan bagi para peserta untuk bisa lolos seleksi. Hal ini merupakan bentuk keadilan agar kehidupan para guru honorer bisa lebih sejahtera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu para guru honorer yang ikut seleksi juga akan dimodali materi belajar dari Kemendikbud. Hal ini dinilai sangat membantu guru honorer dalam mempersiapkan diri.
 
"Kan ada kesempatan maksimal tiga kali, harapan kita ini pendekatan bukan hanya seleksi tapi juga untuk belajar, kalau ada kekurangan ini bisa belajar lagi, supaya di termin kedua itu bisa lebih baik lagi. Itu mungkin bisa dilihat kekurangannya dan bisa jadi refleksi di tahap dua dan tahap tiga," ungkapnya.
 
Baca: Tiada Syarat Lama Pengabdian dalam Seleksi Guru PPPK
 
Artinya, kata Iwan, jangan sampai ketika tidak lolos pada uji pertama kemudian para guru honorer tidak belajar. Dia meminta guru belajar kembali agar ikut dan bisa lolos pada uji kedua.
 
Lebih lanjut, mencari satu juta guru juga bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) menyetorkan kebutuhan formasi guru di wilayahnya masing-masing.
 
"Kita harap sesegera mungkin (pemda memberi informasi soal formasi guru yang dibutuhkan), karena ini adalah keseimbangan antara tata kelola," jelasnya.
 
Namun, jika memang guru honorer tersebut masih belum bisa lolos, dia menyebut status guru honorer tak akan hilang. Untuk kemudian diharapkan kembali mendaftar saat formasi dibuka kembali.
 
"Karena tujuan kita memang ingin mendorong guru honorer untuk jadi PPPK," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif